PONTIANAKGLOBE.COM, JAWA BARAT -- Media sosial dihebohkan dengan unggahan yang mengklaim adanya penemuan situs candi di wilayah Cimahi, Jawa Barat.
Unggahan akun Instagram @wearehistorian pada Rabu, 29 Juli 2026, bahkan menyebut bangunan tersebut diduga memiliki ukuran lebih besar daripada Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.
Baca Juga: Mahfud MD Kritik Sayembara Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi: Berpotensi Timbulkan Anarki
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah orang menyusuri kawasan berhutan. Rekaman tersebut juga memperlihatkan bagian struktur batu yang diklaim sebagai situs candi yang masih tertimbun tanah.
Unggahan itu menyebut proses penelitian masih berlangsung untuk memastikan ukuran, usia, dan fungsi bangunan tersebut.
"Para peneliti menegaskan bahwa proses ekskavasi dan kajian ilmiah masih terus berlangsung untuk memastikan ukuran, usia, serta fungsi bangunan tersebut," tulis akun tersebut.
Hingga Rabu, 29 Juli 2026, unggahan itu telah dibagikan secara luas dan disukai lebih dari 42 ribu pengguna Instagram.
Namun demikian, klaim tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Unggahan yang beredar tidak mencantumkan lokasi penemuan secara spesifik maupun identitas tim peneliti yang disebut melakukan kajian.
Apabila nantinya hasil penelitian membuktikan keberadaan situs tersebut, temuan itu berpotensi menjadi salah satu peninggalan sejarah penting di Indonesia. Meski begitu, masyarakat diimbau tidak langsung mempercayai informasi yang beredar sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang atau hasil penelitian ilmiah.
Kompleks Candi Terluas di Indonesia
Terlepas dari klaim yang masih belum terverifikasi tersebut, Indonesia memiliki sejumlah kompleks candi bersejarah yang telah diakui dunia.
Salah satunya adalah Kompleks Candi Muaro Jambi di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.
Kompleks percandian bercorak Hindu-Buddha ini memiliki luas sekitar 3.981 hektare, sehingga dikenal sebagai kompleks percandian terluas di Indonesia bahkan Asia Tenggara.
Diperkirakan dibangun antara abad ke-7 hingga ke-12, kawasan ini pernah menjadi pusat pengembangan agama Hindu-Buddha pada masa Kerajaan Sriwijaya dan Melayu Kuno.
Artikel Terkait
Usai Parade Scooter Borneo XXI, Posko FRKP West Borneo Vespa Lovers Jadi Titik Temu Scooterist Nusantara
Dewan Gubernur Tetapkan Saudari Destry Damayanti sebagai Pj Gubernur Sementara BI
Kejagung Ungkap Empat Alat Bukti Jerat Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG
Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Geng Motor dalam Kasus Tewasnya Satpam Waduk Jatiluhur
Mahfud MD Kritik Sayembara Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi: Berpotensi Timbulkan Anarki
Viral Siswa SMAN 1 Solok Selatan Demo di Sekolah, Tuntut Dugaan Pelecehan Seksual oleh Oknum Guru Diusut