Direktur FBI Kash Patel Serahkan Kembali Jasad Leluhur dan Artefak Budaya Indonesia kepada Presiden Prabowo

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Minggu, 26 Juli 2026 | 09:57 WIB
Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) Kash Patel menyerahkan secara simbolis jasad leluhur dan artefak budaya Indonesia yang direpatriasi kepada Presiden Prabowo Subianto di Kediaman Presiden, Kertanegara, Jakarta Selatan, 22 Juli.  (U.S. Embassy Jakarta/Budi Sudarmo)
Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) Kash Patel menyerahkan secara simbolis jasad leluhur dan artefak budaya Indonesia yang direpatriasi kepada Presiden Prabowo Subianto di Kediaman Presiden, Kertanegara, Jakarta Selatan, 22 Juli. (U.S. Embassy Jakarta/Budi Sudarmo)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia menerima pengembalian sejumlah jasad leluhur dan artefak budaya dari Amerika Serikat dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Kediaman Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada 22 Juli 2026.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) Kash Patel sebagai bagian dari upaya repatriasi benda-benda budaya yang sebelumnya keluar dari Indonesia secara ilegal.

Baca Juga: Hadir di Amcor Untan, Jamie Ravetz Sebut Mobile Journalism Membantu Menghadirkan Suara Masyarakat yang Lebih Luas

Proses pemulangan tersebut merupakan hasil penyelidikan panjang yang dilakukan Tim Kejahatan Seni FBI di Indianapolis dan New York.

Investigasi itu menelusuri berbagai kasus pencurian, penjarahan, serta perdagangan ilegal artefak budaya dan jasad leluhur dari sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Dalam repatriasi tersebut, Indonesia menerima sisa-sisa jasad leluhur yang diyakini telah dibawa keluar dari tanah air secara melawan hukum beberapa dekade silam oleh pihak yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Selain itu, FBI juga mengembalikan berbagai artefak etnografi Indonesia yang sebelumnya disita dari rumah seorang kolektor asal Indiana yang telah meninggal dunia pada 2014.

Direktur FBI Kash Patel menegaskan bahwa Tim Kejahatan Seni FBI secara khusus menangani penyelidikan terhadap berbagai kasus kejahatan yang melibatkan benda-benda budaya.

Menurutnya, sejak 2004 tim tersebut telah berhasil menyelamatkan lebih dari 20.000 artefak budaya yang memiliki nilai sejarah dan budaya sangat tinggi.

"Tim Kejahatan Seni FBI memimpin penyelidikan khusus terkait karya seni ini, dan telah berhasil menyelamatkan lebih dari 20.000 artefak budaya yang tak ternilai harganya sejak 2004. FBI sangat menghargai kemitraan internasional kami, dan kami tetap berkomitmen, melalui kerja keras tim ini, untuk mengembalikan artefak budaya ke tempat asalnya," ujar Kash Patel.

Baca Juga: Kedubes Amerika Serikat Jakarta dan Amcor Untan Bekali Anak Muda Pontianak Keterampilan Mobile Journalism

Ia menambahkan bahwa keberhasilan mengembalikan benda-benda penting bagi warisan budaya Indonesia, termasuk jasad leluhur, merupakan hasil kolaborasi lintas pihak yang luar biasa.

"Repatriasi benda-benda yang penting bagi warisan budaya Indonesia, yang dalam hal ini mencakup jasad leluhur, membutuhkan kerja sama dan kerja tim yang luar biasa, dan saya bangga atas kinerja tim kami yang berhasil menyelesaikannya," katanya.

Hasil penyelidikan FBI yang melibatkan sejumlah ahli menunjukkan bahwa jasad leluhur maupun artefak tersebut berasal dari berbagai komunitas di Indonesia.

Dalam proses investigasi, petugas menemukan sejumlah label yang ditempel pada beberapa benda hasil jarahan, berisi informasi mengenai lokasi dan waktu benda tersebut diperoleh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Stefanus Akim

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X