Yuenchi menduga namanya dikaitkan dengan Febrie karena pernah bekerja sebagai advokat di sebuah kantor hukum yang berada di sekitar kawasan Kejaksaan Agung.
"Saya menduga hal ini terjadi karena saya pernah bekerja sebagai advokat di kantor hukum berinisial BS yang berada di sekitar kantor Kejaksaan Agung," jelasnya.
Ia menegaskan seluruh pekerjaannya dijalankan secara profesional dan sesuai dengan kode etik advokat.
"Saya melakukan pekerjaan secara profesional dan tidak pernah melanggar kode etik advokat maupun ketentuan perundang-undangan yang berlaku," tambahnya.
Yuenchi menyatakan akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi yang dinilainya tidak benar.
"Saat ini saya dan tim sedang mendata akun maupun media sosial yang menyebarkan informasi yang tidak benar tentang saya," ungkapnya.
Ia memastikan akan menempuh jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
"Terhadap pihak-pihak tersebut, saya akan mengambil langkah hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Yuenchi mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi serta tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dan menghormati hak setiap warga negara atas perlindungan nama baik. ***
Artikel Terkait
Jakarta Bhayangkara Presisi Juara AVC 2026, Gubernur Kalbar Bangga Pontianak Jadi Tuan Rumah
Kedubes Amerika Serikat Jakarta dan Amcor Untan Bekali Anak Muda Pontianak Keterampilan Mobile Journalism
Viral BMW i5 Dikejar dan Dirusak Massa usai Diduga Terlibat Kecelakaan di Jakarta Barat, Polisi Lakukan Penyelidikan
Kedubes AS Dukung Peluncuran 'Koleksi Jakarta' Platform Digital untuk Akses Ribuan Koleksi Museum
Keluarga Korban Dugaan Pembakaran Santri Batal Berangkat ke Jakarta untuk Podcast Denny Sumargo
Tim gabungan Polri dan Polda Metro Jaya menggelar penggeledahan besar-besaran di sejumlah lokasi di Bogor dan Jakarta Selatan pada Rabu, 8 Juli 2026