"Di TNI AD apa sih yang paling sulit? Katanya Kopassus, aku masuk Kopassus. Kemudian di Kopassus ada lagi yang paling sulit, katanya Gultor, masuklah aku ke Gultor," tuturnya.
Ia kemudian mengikuti pendidikan US Army Ranger School di Amerika Serikat sebagai bagian dari pengembangan kemampuan.
"Kalau kau sudah terlanjur basah, jangan tanggung-tanggung. Kalau kamu sudah hadir, jangan sekadar hadir. Kalau bekerja 100 persen, kerahkan yang kamu punya agar berhasil. Kalau pun gagal, enggak nyesel," tegasnya.
Qodari: Layak Jadi Pemimpin Masa Depan
Qodari menilai pengalaman yang dibagikan Teddy akan lebih mudah diterima para taruna karena berasal dari perjalanan hidupnya sendiri.
"Pak Teddy luar biasa, dia bisa menjadi contoh bagi adik-adiknya di taruna. Selalu menantang diri dengan hal-hal yang sulit itu sudah menunjukkan kelasnya," kata Qodari.
Menurutnya, pengalaman tersebut membuktikan Teddy memahami proses dan tantangan untuk menjadi seorang pemimpin.
"Berbagi pengalaman yang langsung dirasakan juga membuktikan kalau Pak Teddy wajar bisa menjadi pemimpin masa depan karena paham rute dan syarat untuk menjadi pemimpin," pungkasnya. ***
Artikel Terkait
Siraman Al Ghazali Sarat Tradisi Jawa, Cak Imin Sebut Penuh Makna dan Spiritual
Malam Merah di Atas Cirebon, Misteri yang Masih Menggantung di Langit Jawa Barat
Ekonomi Masih Jawa Sentris, Purbaya Minta Pemda Bergerak Cepat
Kompol Kanisius Franata Putra Wakil Gubernur Kalbar Jabat Kapolsek di Jawa Timur, Ini Kisah Inspiratifnya
Soal Tambang Galian C Di Banyuwangi, DPW JPKP Jawa Timur Pernah Layangkan Kajian Tentang Potensi Kerugian Negara Hingga Desakan Penerapan TTPU!
Dugaan Dominasi Pengelolaan Ratusan Titik SPPG di Jawa Barat Mengarah ke Satu Yayasan