Kasus ini bermula pada 13 Juni 2026 saat dr. Icha bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona dan menerima pasien rujukan dari RSUD Kefamenanu yang mengalami gigitan ular.
Pasien tersebut diketahui merupakan anggota keluarga salah satu anggota DPRD TTU.
Menurut pihak keluarga, dr. Icha telah menangani pasien sesuai prosedur, termasuk berkonsultasi dengan dokter spesialis.
Namun, setelah itu diduga terjadi tindakan intimidasi terhadap dr. Icha. Dugaan tersebut kini masih dalam penyelidikan aparat penegak hukum.
Beberapa waktu kemudian, dr. Icha ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Perumahan RSS Baumata, Kupang, pada Jumat (26/6/2026). Hingga kini, penyebab kematiannya masih menjadi bagian dari proses penanganan pihak berwenang. ***
Artikel Terkait
Ekonomi Global Melambat, Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga
Pemerhati Tambang Soroti Tata Kelola Galian C di Banyuwangi, Minta Perlindungan Lingkungan Jadi Prioritas
Viral Mertua Labrak Menantu di Baubau, Diduga Pergoki Bersama Perempuan Lain
Kematian Dokter PPDS di Manado Masih Diusut, Kemenkes Minta Publik Tunggu Hasil Investigasi
Kasus Meninggalnya dr. Adrian Rantung Diinvestigasi, Sorotan terhadap Lingkungan Pendidikan Dokter Kembali Muncul
Bupati Sambas Satono Dorong Pemekaran Dapil DPR RI untuk Kawasan Singbebas