DPR Pertanyakan Dasar Ilmiah Klaim BPKN soal Usia Galon Guna Ulang, Soroti Bukti Keamanan Produk

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 3 Juli 2026 | 19:40 WIB
Pakar menilai kebersihan, sanitasi, dan pengawasan mutu lebih menentukan keamanan galon guna ulang dibanding usia pemakaiannya. DPR pun meminta BPKN mengedepankan bukti ilmiah dalam setiap klaim. (Dok. Pontianak Globe)
Pakar menilai kebersihan, sanitasi, dan pengawasan mutu lebih menentukan keamanan galon guna ulang dibanding usia pemakaiannya. DPR pun meminta BPKN mengedepankan bukti ilmiah dalam setiap klaim. (Dok. Pontianak Globe)

Selain membahas usia galon, Eva menilai perhatian BPKN bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) seharusnya lebih difokuskan pada pengawasan depot air minum isi ulang (DAMIU).

Baca Juga: Belarus Siap Bantu Perkuat Ketahanan Pangan Indonesia Lewat Alih Teknologi dan Modernisasi Pertanian

Menurutnya, persoalan sertifikasi, higienitas, dan sanitasi depot air minum justru memiliki dampak yang lebih besar terhadap kesehatan masyarakat dibanding usia pemakaian galon.

Sementara itu Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Suprihatin, menegaskan usia galon tidak dapat dijadikan indikator utama untuk menyimpulkan adanya risiko kesehatan.

Pakar lingkungan dan keamanan pangan itu menjelaskan bahwa aspek yang lebih menentukan adalah kebersihan fisik galon, proses pencucian, sanitasi, serta pengawasan mikrobiologis.

Menurutnya, risiko kesehatan dapat muncul apabila galon tidak dibersihkan sesuai standar. Sebaliknya, selama proses sanitasi dan pengawasan dilakukan dengan baik, penggunaan galon guna ulang tetap dinilai aman.

"Sejauh ini belum ada laporan ilmiah yang menunjukkan galon guna ulang menimbulkan dampak kesehatan hanya karena faktor usia pemakaian," katanya.

Pendapat serupa disampaikan Ahli Teknologi Pangan Hermawan Seftiono. Anggota Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) itu mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir menggunakan galon guna ulang karena keamanannya telah memenuhi standar yang ditetapkan.

Ia menambahkan, BPOM juga telah menyatakan bahwa penggunaan galon secara berulang tidak meningkatkan risiko kesehatan selama digunakan, dibersihkan, dan dirawat sesuai ketentuan.

Karena itu, Hermawan menilai anggapan bahwa galon guna ulang berbahaya hanya karena telah digunakan dalam waktu lama belum didukung bukti ilmiah yang memadai. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X