“Dia tidak pernah menafkahi, tapi menuntut semua uang hasil kerja saya dan tabungan anak-anak,” ungkapnya.
Teror psikologis, menurut Jessica, terus berlanjut hingga Januari 2025. Ia mengaku profesinya difitnah dengan tudingan malpraktik, sementara asisten pribadinya dilaporkan ke polisi dengan tuduhan pencurian yang disebut tidak berdasar.
Baca Juga: Buni Amin Soroti Kayu Raksasa di Aceh Tamiang, Bukti Dahsyatnya Banjir Bandang
Merasa kelelahan secara mental dan hukum, Jessica akhirnya membuka suara ke publik demi melindungi dirinya dan anak-anaknya.
“Saya sangat lelah dengan teror yang terus dilakukan, tapi saya harus kuat karena anak-anak saya adalah napas kehidupan saya,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Kalimat Pemicu Dokter Qory Melarikan Diri dari Suami, Diduga Sering Alami KDRT Hingga Depresi
Willy Sulistio, Suami Dokter Qory Ulfiyah Ramayanti, Dilaporkan Berulang Kali Melakukan KDRT
Nisya Ahmad Gugat Cerai, Pengacara Andika Rosadi Bantah Tuduhan KDRT
Dari Atlet Anggar Jadi Korban KDRT, Kisah Hidup Cut Intan Nabila Bikin Haru
Dugaan KDRT, Kimberly Ryder Temui Komnas Perempuan untuk Melaporkan Suaminya
4 Fakta Isu KDRT di Sidang Perceraian Baim Wong Setelah Paula Verhoeven Hadirkan Ahli Telematika