PONTIANAKGLOBE.COM, BOGOR -- Dokter Qory Ulfiyah Ramayanti di Bogor, yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam kondisi hamil 6 bulan, akhirnya ditemukan setelah empat hari menghilang.
Setelah ditemukan, terungkap bahwa pemicu kepergian Dokter Qory dari rumahnya, meninggalkan suaminya, Willy Sulistio, adalah masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diduga sering dialaminya.
Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara, menjelaskan bahwa Dokter Qory melarikan diri sejak Senin dan langsung mencari perlindungan di kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).
Ini terjadi setelah terlibat pertengkaran dengan suaminya selama semalam hingga keesokan harinya.
Willy diketahui mengucapkan kata-kata yang mendorong Qory untuk pergi dari rumah, dan Qory mengaku mengalami stres akibat dugaan KDRT dari suaminya.
Ucapan tersebut menjadi pemicu keputusan Dokter Qory untuk melarikan diri.
Dokter Qory meninggalkan rumah hanya dengan berjalan kaki, tanpa membawa tas, handphone, dan dompet.
Setelah ditemukan, Dokter Qory datang ke kantor P2TP2A untuk mencari perlindungan dan menjalani asesmen karena situasi kejiwaan depresi yang diduga disebabkan oleh tindakan KDRT berulang yang dialaminya.
AKP Teguh menyatakan rencananya membawa Dokter Qory ke RSUD untuk dilakukan visum et repertum dan perawatan lebih lanjut.
Selain itu, pihak berwenang akan melakukan pemeriksaan terhadap suami Dokter Qory.
Willy Sulistio sendiri terus berusaha mencari istrinya, dan meski ada kesulitan melacak keberadaannya melalui CCTV, ia berharap untuk mendapatkan kabar baik dari Dokter Qory Ulfiyah Ramayanti. ***
Artikel Terkait
Astaga! Rizky Billar Gali Lobang Kubur Sendiri. KPI Larang Pelaku KDRT Tampil di Televisi
Isu Bangkrut Merebak Buntut dari Drama Kasus KDRT Lesti Kejora dan Rizky Billar
Pasca Kasus KDRT, Gaya Liburan Lesti dan Billar Kini Tanpa Kemewahan. Apakah Jatuh Miskin?
Dua Dokter Puskesmas Diserang, IDI Kutuk Kekerasan Terhadap Dokter Internship di Lampung Barat
Presiden Jokowi Dorong Para Pemimpin ASEAN Selesaikan Isu Kekerasan di Myanmar
Komnas HAM Prihatin, Selidiki Kekerasan di Kabupaten Seruyan, Kaltim yang Tewaskan Seorang Warga
Gigi Hadid Dikritik oleh Israel atas Dukungannya untuk Palestina, Kutuk Kekerasan