Risiko Kecemburuan Antarpesantren
Nada serupa disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Ia mengingatkan bahwa kebijakan bantuan terhadap satu pesantren berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial jika tidak diimbangi pemerataan perhatian terhadap lembaga lain.
“Belum ada kesimpulan final. Tapi DPR akan dorong agar pemerintah juga memperhatikan pesantren lain yang kondisinya sudah tua dan berisiko ambruk,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (8/10/2025).
Baca Juga: Satu Juta Pelaku UMKM Menanti, OJK Desak Perpanjangan Hapus Tagih KUR
Menurut Dasco, perhatian terhadap lembaga pendidikan keagamaan seharusnya dilakukan menyeluruh, bukan hanya saat muncul bencana.
Hingga kini, wacana penggunaan APBN untuk membangun ulang Ponpes Al Khoziny masih menjadi perdebatan publik.
Sebagian menilai langkah itu bisa mempercepat pemulihan pendidikan pascabencana, namun pihak lain menilai perlu ada kejelasan hukum agar tidak menimbulkan ketidakadilan antarpondok pesantren di Indonesia.***
Artikel Terkait
Evakuasi Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Masih Berlangsung, 65 Orang Tewas
Evakuasi Ponpes Al Khoziny Resmi Ditutup, 67 Korban Meninggal Dunia
Tragedi Ponpes Al Khoziny: 67 Santri Wafat, Pihak Pesantren Minta Maaf, Polisi Siap Usut Tuntas
Usai Musala Ambruk, Pemerintah Siap Bangun Ulang Ponpes Al Khoziny Pakai APBN!
Setelah 9 Hari Evakuasi, Polisi Naikkan Status Kasus Ambruknya Ponpes Al Khoziny ke Penyidikan
Ponpes Al Khoziny Bakal Dibangun Ulang, Tapi Menkeu Baru Tahu dari Media!