PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Dugaan keterlibatan aktor sekaligus narapidana Ammar Zoni dalam jaringan peredaran narkoba di balik jeruji besi Rutan Salemba kembali mengguncang publik. Kasus ini bukan hanya menyeret nama sang aktor, tetapi juga memicu desakan reformasi besar-besaran terhadap sistem pemasyarakatan nasional.
Anggota Komisi III DPR RI, Yanuar Arif Wibowo, menilai peristiwa ini bukan sekadar kasus individu, melainkan cerminan dari persoalan sistemik yang telah lama mengakar di lembaga pemasyarakatan Indonesia.
“Kasus ini bisa jadi puncak gunung es dari praktik peredaran narkoba di dalam lapas. Ini mencederai kepercayaan publik terhadap sistem pemasyarakatan kita,” ujar Yanuar dalam keterangannya, Sabtu, (11/10/2025).
Baca Juga: Di Balik Gebrakan 5.000 Koki BGN, Ada Akar Masalah MBG yang Tak Kunjung Selesai
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mendesak aparat penegak hukum menindak tegas semua pihak yang terlibat, termasuk bila ada oknum petugas lapas yang bermain di balik layar.
“Penegakan hukum jangan berhenti di pelaku lapangan. Jaringan di baliknya harus dibongkar, bahkan jika melibatkan aparat sendiri. Tak boleh ada kompromi bagi pengkhianat negara,” tegasnya.
Yanuar menyebut kasus Ammar Zoni hanyalah salah satu bukti lemahnya pengawasan dan tata kelola di lapas. Menurutnya, praktik ilegal seperti pungutan liar, peredaran narkoba, hingga penyelundupan alat komunikasi masih kerap terjadi.
Ia menilai sudah saatnya pemerintah dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) melakukan reformasi total, bukan hanya sekadar merespons setiap kasus setelah viral di publik.
“Lapas harus direformasi secara menyeluruh baik dari sistem, sumber daya manusia, hingga tata kelola. Kita tak bisa lagi menunggu kasus baru untuk bertindak,” ujarnya.
Yanuar juga menekankan bahwa keberhasilan sistem pemasyarakatan bukan diukur dari jumlah narapidana yang dibina, tetapi dari seberapa bersih lembaga tersebut dari praktik kejahatan.
Lebih lanjut, Yanuar mendesak pemerintah untuk melakukan audit menyeluruh terhadap sistem keamanan dan pengawasan di seluruh lapas Indonesia.
Baca Juga: Calon Praja IPDN Tewas Saat Apel Malam, Kampus Bantah Ada Kekerasan
Ia menilai teknologi modern seperti pemantauan digital, CCTV berteknologi tinggi, hingga sistem kontrol data terintegrasi perlu diterapkan agar aktivitas di balik tembok penjara lebih transparan dan akuntabel.
“Pemerintah harus memastikan tidak ada lagi celah bagi praktik ilegal di balik tembok penjara. Gunakan teknologi, tingkatkan integritas petugas, dan tegakkan aturan tanpa kompromi,” ujarnya menegaskan.
Sebelumnya, aktor Muhammad Ammar Akbar alias Ammar Zoni kembali tersandung kasus narkoba untuk keempat kalinya. Ia diduga menjadi bagian dari jaringan peredaran barang haram di Rutan Salemba, Jakarta Pusat.
Artikel Terkait
Ammar Zoni Ditangkap Polisi di Apartemennya di Jakarta Selatan karena Diduga Mengkonsumsi Sabu
Biodata Ammar Zoni, Artis yang Sempat Bersinar di Dunia Hiburan, Kini Kembali Tersandung Narkoba
Iris Bella Ungkap Fakta Hubungan nya Dengan Ammar Zoni Sebelum Ditangkap Lagi, Ternyata Mengejutkan dan Tak Disangka
Tak Kapok! Ammar Zoni Kembali Terseret Kasus Narkoba dari Dalam Rutan
Ammar Zoni Diduga Kendalikan Peredaran Sabu dari Rutan Salemba, Polisi Ungkap Modusnya
Sudah Kaya, Tapi Masih Main Narkoba? Publik Heran dengan Pilihan Ammar Zoni