Dari Balik Jeruji ke Jaringan Narkoba, DPR Soroti Bobroknya Sistem Lapas

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Sabtu, 11 Oktober 2025 | 17:30 WIB
Anggota Komisi XIII DPR RI, Yanuar Arif Wibowo (kiri) menyoroti kinerja lapas dalam kasus Ammar Zoni (kanan).  (Dok. PKS - Instagram/ammarirish_._)
Anggota Komisi XIII DPR RI, Yanuar Arif Wibowo (kiri) menyoroti kinerja lapas dalam kasus Ammar Zoni (kanan). (Dok. PKS - Instagram/ammarirish_._)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Dugaan keterlibatan aktor sekaligus narapidana Ammar Zoni dalam jaringan peredaran narkoba di balik jeruji besi Rutan Salemba kembali mengguncang publik. Kasus ini bukan hanya menyeret nama sang aktor, tetapi juga memicu desakan reformasi besar-besaran terhadap sistem pemasyarakatan nasional.

Anggota Komisi III DPR RI, Yanuar Arif Wibowo,  menilai peristiwa ini bukan sekadar kasus individu, melainkan cerminan dari persoalan sistemik yang telah lama mengakar di lembaga pemasyarakatan Indonesia.

“Kasus ini bisa jadi puncak gunung es dari praktik peredaran narkoba di dalam lapas. Ini mencederai kepercayaan publik terhadap sistem pemasyarakatan kita,” ujar Yanuar dalam keterangannya, Sabtu, (11/10/2025).

Baca Juga: Di Balik Gebrakan 5.000 Koki BGN, Ada Akar Masalah MBG yang Tak Kunjung Selesai

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mendesak aparat penegak hukum menindak tegas semua pihak yang terlibat, termasuk bila ada oknum petugas lapas yang bermain di balik layar.

“Penegakan hukum jangan berhenti di pelaku lapangan. Jaringan di baliknya harus dibongkar, bahkan jika melibatkan aparat sendiri. Tak boleh ada kompromi bagi pengkhianat negara,” tegasnya.

Yanuar menyebut kasus Ammar Zoni hanyalah salah satu bukti lemahnya pengawasan dan tata kelola di lapas. Menurutnya, praktik ilegal seperti pungutan liar, peredaran narkoba, hingga penyelundupan alat komunikasi masih kerap terjadi.

Ia menilai sudah saatnya pemerintah dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) melakukan reformasi total, bukan hanya sekadar merespons setiap kasus setelah viral di publik.

“Lapas harus direformasi secara menyeluruh baik dari sistem, sumber daya manusia, hingga tata kelola. Kita tak bisa lagi menunggu kasus baru untuk bertindak,” ujarnya.

Yanuar juga menekankan bahwa keberhasilan sistem pemasyarakatan bukan diukur dari jumlah narapidana yang dibina, tetapi dari seberapa bersih lembaga tersebut dari praktik kejahatan.

Lebih lanjut, Yanuar mendesak pemerintah untuk melakukan audit menyeluruh terhadap sistem keamanan dan pengawasan di seluruh lapas Indonesia.

Baca Juga: Calon Praja IPDN Tewas Saat Apel Malam, Kampus Bantah Ada Kekerasan

Ia menilai teknologi modern seperti pemantauan digital, CCTV berteknologi tinggi, hingga sistem kontrol data terintegrasi perlu diterapkan agar aktivitas di balik tembok penjara lebih transparan dan akuntabel.

“Pemerintah harus memastikan tidak ada lagi celah bagi praktik ilegal di balik tembok penjara. Gunakan teknologi, tingkatkan integritas petugas, dan tegakkan aturan tanpa kompromi,” ujarnya menegaskan.

Sebelumnya, aktor Muhammad Ammar Akbar alias Ammar Zoni kembali tersandung kasus narkoba untuk keempat kalinya. Ia diduga menjadi bagian dari jaringan peredaran barang haram di Rutan Salemba, Jakarta Pusat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Seabad Maria Manaoag, Bersama Jutaan Umat

Rabu, 22 April 2026 | 22:31 WIB

Guru di Bojonegoro Lari ke Sekolah Demi Hemat BBM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:13 WIB
X