Strategi Customer Zero, Cara CIO Ubah Teknologi Jadi Nilai Bisnis Nyata

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 5 September 2025 | 16:40 WIB
Ilustrasi peran CIO mengubah teknologi memiliki nilai bisnis yang menjanjikan di era digital masa kini.  (Freepik)
Ilustrasi peran CIO mengubah teknologi memiliki nilai bisnis yang menjanjikan di era digital masa kini. (Freepik)

CIO pun semakin dekat dengan sisi bisnis, karena tidak hanya mengurus teknologi, tetapi juga memikirkan pengalaman dan kepuasan konsumen.

Baca Juga: Belajar dari Krisis 2008, Milenial Disiplin Menabung, Gen Z Lebih Melek Digital

Forbes menekankan bahwa strategi customer zero memberi keuntungan ketika CIO berhadapan langsung dengan klien.

Mereka bisa berbagi pengalaman nyata menggunakan produk, termasuk tantangan dan kekurangan yang ditemukan.

“CIO bisa menjadi duta terbaik perusahaan dengan jujur menceritakan kesalahan, tantangan, dan area yang masih perlu ditingkatkan,” tulis Forbes.

Kejujuran semacam ini justru membangun kepercayaan pelanggan, menjadikan CIO bukan hanya pengelola IT, melainkan motor inovasi yang memperkuat daya saing perusahaan.

Efisiensi dan Nilai Bisnis

Selain membangun kepercayaan pasar, strategi customer zero juga memberi keuntungan finansial.

Uji coba internal membuat revisi produk bisa dilakukan lebih cepat dengan biaya lebih rendah dibandingkan jika koreksi baru dilakukan setelah peluncuran.

Baca Juga: Pasar Saham RI Diprediksi Bangkit Semester II 2025, Ini Sektor Unggulan Menurut JP Morgan

Dengan begitu, CIO dapat menunjukkan bahwa teknologi bukan sekadar biaya tambahan, tetapi investasi strategis yang menghasilkan nilai nyata.

Tren global pun mengarah ke arah yang sama, yaitu teknologi kini bukan hanya fungsi pendukung, melainkan inti strategi bisnis.

Hampir setiap keputusan besar perusahaan melibatkan pertimbangan teknologi.

Dengan mengadopsi customer zero, CIO membuktikan diri sebagai penggerak utama—melahirkan produk lebih baik, memperkuat hubungan dengan pelanggan, sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X