Gray Work Jadi Masalah Baru Dunia Kerja Terutama Keuangan, AI Disebut Bisa Jadi Solusi

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 3 September 2025 | 17:33 WIB
Ilustrasi fenomena gray work yang mengintai industri jasa keuangan hingga asuransi.  (freepik.com)
Ilustrasi fenomena gray work yang mengintai industri jasa keuangan hingga asuransi. (freepik.com)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Penggunaan aplikasi digital dalam dunia kerja kian marak dengan tujuan mempermudah dan mempercepat aktivitas karyawan.

Namun, riset terbaru justru menemukan sisi lain dari tren ini.

Baca Juga: Beras di Ritel Modern Kosong, Mentan Tegaskan Produksi Nasional Berlimpah

Alih-alih meningkatkan efisiensi, banyaknya aplikasi dinilai memunculkan masalah baru yang disebut gray work.

Fenomena ini merujuk pada pekerjaan tambahan yang timbul akibat data terpisah-pisah dan sistem yang tidak saling terhubung.

“Gray work bisa diartikan sebagai kerjaan ekstra karena data tercecer di berbagai aplikasi. Akibatnya, karyawan harus bolak-balik membuka sistem berbeda, menyalin data manual, atau mencari informasi yang terfragmentasi,” tulis Entrepreneur, dikutip Rabu (3/9/2025).

Berdasarkan Quickbase Gray Work Report 2025 yang melibatkan lebih dari 2.000 pekerja penuh waktu lintas jabatan, 80 persen responden mengaku perusahaan mereka menambah investasi pada aplikasi produktivitas.

Namun, 59 persen justru merasa pekerjaan makin rumit.

“Sebanyak 73 persen pekerja menilai aplikasi manajemen proyek membuat informasi sulit dibagi, sementara 75 persen mengaku data tidak dapat dilihat secara menyeluruh di satu tempat,” ungkap laporan tersebut.

Baca Juga: Instruksi Presiden Prabowo Tegas! Polisi yang Jadi Korban Anarki Naik Pangkat Luar Biasa

Akibatnya, banyak karyawan merasa tugas tertunda, hasil kerja berkurang, dan waktu terbuang untuk hal-hal yang tidak bernilai tambah.

Fenomena gray work disebut paling terasa di sektor jasa keuangan dan asuransi, yang sangat bergantung pada data dan dokumen.

Industri keuangan paling rentan karena bergantung penuh pada data. Jika sistem tidak terhubung, pekerja harus melakukan banyak hal manual yang seharusnya bisa dihindari,” tulis Entrepreneur.

Dibanding tahun sebelumnya, beban kerja manual di sektor ini meningkat tajam akibat integrasi data yang belum optimal.

Meski demikian, laporan Quickbase menyebut kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berpotensi menjadi solusi untuk mengurangi gray work.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Seabad Maria Manaoag, Bersama Jutaan Umat

Rabu, 22 April 2026 | 22:31 WIB

Guru di Bojonegoro Lari ke Sekolah Demi Hemat BBM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:13 WIB
X