bizbuzz

Bahlil Sindir SPBU Swasta soal Etanol: Jangan Memaksakan Kehendak, Belajar dari Amerika dan India!

Rabu, 29 Oktober 2025 | 04:05 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat memaparkan strategi pengurangan impor bensin melalui kebijakan campuran etanol (E10–E20) di Jakarta, 28 Oktober 2025. (Instagram @kesdm)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan kebijakan campuran etanol pada bensin (E10–E20) akan menjadi langkah strategis untuk menekan impor BBM sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Selasa (28/10/2025), Bahlil memaparkan bahwa kebijakan serupa sebelumnya berhasil menekan impor solar lewat program biodiesel.

Baca Juga: Pesan Prabowo di Hari Sumpah Pemuda, Pemuda Harus Berani Bermimpi Besar, Jangan Takut Gagal!

“Konsumsi solar kita per tahun 34–35 juta ton, sekarang tinggal 4,9 juta ton karena kita menuju B40 dan B50,” ungkap Bahlil.

Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah kini fokus mengurangi impor bensin dengan mencampurnya menggunakan etanol.

“Konsumsi bensin kita sekitar 42 juta ton per tahun, impor 22–23 juta ton. Supaya tidak terlalu banyak impor, kita dorong ke E10 dan E20,” katanya.

Etanol, kata dia, tidak hanya menjaga ketahanan energi, tapi juga membuka peluang ekonomi baru.

“Bahan bakunya bisa dari jagung, tebu, dan singkong. Jadi, selain energi, ini menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi di daerah,” jelasnya.

Bahlil juga membantah isu yang menyebut etanol menurunkan kualitas bensin.

“Sangat tidak benar kalau etanol itu barang yang tidak bagus,” tegasnya.

Baca Juga: MBG Curi Perhatian di PBB Jenewa, Indonesia Tampilkan Model Pembangunan Inklusif yang Dilirik Dunia

Ia menyebut beberapa negara yang sudah lebih maju dalam penerapan energi campuran ini.

“India sudah pakai E30, Amerika E20, Thailand E20, bahkan beberapa negara di Amerika sudah E85. Jadi jangan berpikir ini sesuatu yang aneh,” ujarnya.

Sindiran untuk SPBU Swasta

Menanggapi polemik SPBU swasta yang membatalkan kerja sama dengan Pertamina karena kandungan etanol pada base fuel, Bahlil melontarkan sindiran.

Halaman:

Tags

Terkini