“Barang dari luar negeri biasanya lebih murah karena biaya tenaga kerja atau modal yang rendah. Saat tarif diberlakukan, harga naik dan konsumen cenderung beralih ke produk lokal yang sebelumnya lebih mahal,” jelas Investopedia.
Alasan Negara Menerapkan Tarif
Menurut laporan Investopedia, terdapat sejumlah alasan utama mengapa negara menerapkan tarif atau hambatan perdagangan:
-
Melindungi lapangan kerja domestik
Persaingan dari produk impor bisa mengancam industri lokal. Jika perusahaan dalam negeri tertekan, dampaknya bisa berupa pemutusan hubungan kerja atau relokasi pabrik ke luar negeri. -
Melindungi konsumen
Tarif juga dapat diberlakukan untuk alasan kesehatan atau keamanan. Misalnya, sebuah negara mengenakan tarif pada daging sapi impor yang dianggap berisiko membawa penyakit. -
Mendukung industri baru (infant industry)
Banyak negara berkembang menggunakan tarif untuk memberi ruang tumbuh bagi industri lokal. Strategi ini diyakini dapat menekan pengangguran serta mendorong peralihan ekonomi dari sektor pertanian ke manufaktur.
Namun, strategi proteksi ini tidak lepas dari kritik.
Industri yang terlalu lama dilindungi tanpa persaingan berisiko menghasilkan produk berkualitas rendah.
Selain itu, subsidi berkelanjutan justru bisa menjadi beban bagi pertumbuhan ekonomi.
- Melindungi kepentingan strategis
Tarif juga sering digunakan untuk melindungi sektor yang berkaitan dengan keamanan nasional, seperti industri pertahanan. Negara maju seperti AS dan sejumlah negara Eropa Barat dikenal sangat protektif terhadap sektor ini.
“Tarif kerap menjadi alat politik sekaligus ekonomi. Di satu sisi melindungi industri domestik, tetapi di sisi lain bisa menekan daya beli konsumen dan memicu perang dagang,” tulis Investopedia. ***