Mengapa Tarif Impor Bisa Bikin Harga Melonjak? Ini Penjelasan Lengkapnya

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 27 Agustus 2025 | 17:57 WIB
Ilustrasi tarif atau bea masuk yang merupakan pajak impor untuk mengubah harga di pasar perdagangan global. (Unsplash @PortCallsAsia)
Ilustrasi tarif atau bea masuk yang merupakan pajak impor untuk mengubah harga di pasar perdagangan global. (Unsplash @PortCallsAsia)

“Barang dari luar negeri biasanya lebih murah karena biaya tenaga kerja atau modal yang rendah. Saat tarif diberlakukan, harga naik dan konsumen cenderung beralih ke produk lokal yang sebelumnya lebih mahal,” jelas Investopedia.

Alasan Negara Menerapkan Tarif

Menurut laporan Investopedia, terdapat sejumlah alasan utama mengapa negara menerapkan tarif atau hambatan perdagangan:

  1. Melindungi lapangan kerja domestik
    Persaingan dari produk impor bisa mengancam industri lokal. Jika perusahaan dalam negeri tertekan, dampaknya bisa berupa pemutusan hubungan kerja atau relokasi pabrik ke luar negeri.

  2. Melindungi konsumen
    Tarif juga dapat diberlakukan untuk alasan kesehatan atau keamanan. Misalnya, sebuah negara mengenakan tarif pada daging sapi impor yang dianggap berisiko membawa penyakit.

  3. Mendukung industri baru (infant industry)
    Banyak negara berkembang menggunakan tarif untuk memberi ruang tumbuh bagi industri lokal. Strategi ini diyakini dapat menekan pengangguran serta mendorong peralihan ekonomi dari sektor pertanian ke manufaktur.

Namun, strategi proteksi ini tidak lepas dari kritik.

Industri yang terlalu lama dilindungi tanpa persaingan berisiko menghasilkan produk berkualitas rendah.

Selain itu, subsidi berkelanjutan justru bisa menjadi beban bagi pertumbuhan ekonomi.

  1. Melindungi kepentingan strategis
    Tarif juga sering digunakan untuk melindungi sektor yang berkaitan dengan keamanan nasional, seperti industri pertahanan. Negara maju seperti AS dan sejumlah negara Eropa Barat dikenal sangat protektif terhadap sektor ini.

“Tarif kerap menjadi alat politik sekaligus ekonomi. Di satu sisi melindungi industri domestik, tetapi di sisi lain bisa menekan daya beli konsumen dan memicu perang dagang,” tulis Investopedia. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Investopedia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X