“Yang regionalnya belum dikembangkan, mungkin di titik-titik pemberhentian Whoosh supaya ekonomi dasar di sana bisa tumbuh,” katanya.
Baca Juga: Utang Whoosh Disorot, Luhut Tegaskan Tak Ganggu Uang Negara
“Itu yang perlu dikembangkan ke depan. Jadi, ada betulnya,” tambahnya.
Meski proyek Whoosh masih menanggung beban utang besar, Jokowi optimistis kondisi tersebut akan membaik seiring meningkatnya jumlah penumpang.
“Sekarang penumpang per hari sudah 19 ribu, total 12 juta orang. Kalau tiap tahun naik, kerugian pasti makin kecil. Ini kan baru tahun pertama,” ujarnya. ***
Artikel Terkait
Bukan Cuma Soal Utang, Inilah Kesalahan Fatal di Balik Skema Bisnis Kereta Cepat Whoosh
Rp116 Triliun Membengkak, China Malah Siap Lanjutkan Proyek Whoosh
AHY Ungkap Peluang Whoosh Tembus Surabaya, Tapi Ada Syarat Beratnya
Terungkap! Biaya Proyek Whoosh Disebut 3 Kali Lipat Lebih Mahal dari Tiongkok
Danantara dan Pemerintah Bakal ke China Bahas Utang Whoosh, Tapi Menkeu Tolak Ikut
Polemik Whoosh Memanas, Mahfud MD Desak Transparansi dan Penyelidikan Hukum!