“Ini kan mau dipisahin swasta sama pemerintah. Jangan kalau enak di swasta, kalau nggak enak di pemerintah,” tegasnya.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyebut pihaknya telah menyiapkan dua skema untuk menyelesaikan pembayaran utang proyek Whoosh.
“Ini utang pembangunannya cukup besar. Apakah kemudian kita tambahkan equity (penyertaan modal) sehingga perusahaan ini self sustain karena secara operasional sudah cukup,” ujar Dony di Jakarta, (9/10/2025).
Baca Juga: Prabowo Geram: 1.000 BUMN Terlalu Banyak, Akan Saya Pangkas Jadi 200!
Ia menambahkan opsi lain yakni menyerahkan infrastruktur proyek Whoosh menjadi milik pemerintah, seperti sistem kepemilikan pada industri perkeretaapian umumnya.
“Atau kemudian memang ini kita serahkan infrastrukturnya sebagaimana industri kereta api yang lain, infrastrukturnya itu milik pemerintah. Nah, dua opsi ini yang coba kita tawarkan,” ujarnya.
Wakil Menteri BUMN itu juga menilai proyek Whoosh telah memberikan dampak positif bagi perekonomian dengan mempercepat waktu tempuh Jakarta–Bandung dan meningkatkan mobilitas masyarakat.
Adapun total utang proyek Whoosh saat ini tercatat mencapai 7,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp116 triliun.***
Artikel Terkait
Luhut Klaim Indonesia Tak Perlu Panik Hadapi Tarif Trump: Pengalaman Kita Sudah Banyak
Soroti Rupiah Tembus Rp17.000, Luhut Sebut Masih Batas Normal dan Klaim Investor Tiongkok Masih Minati Indonesia
Luhut Temui Jokowi: Doakan Kesembuhan dan Kenang Jasa Sebagai Pemimpin Bangsa
Luhut Sindir Halus Megawati Tak Hadir di Istana, Singgung Kekompakan 3 Presiden
Purbaya Siap Pangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis, Luhut: Jangan Gegabah!
Ambisi Luhut Kandas di Meja Purbaya, APBN Tak untuk Family Office