Serius Digitalisasi Ekonomi, Transaksi di ASEAN Capai 330 Miliar Dollar. Ada Peran BIMP-EAGA

photo author
Yanuarius Viodeogo Seno, Pontianak Globe
- Selasa, 29 November 2022 | 18:08 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) saat menghadiri forum BIMP-EAGA di Kota Pontianak, beberapa waktu lalu (Sumber foto: Kominfo)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) saat menghadiri forum BIMP-EAGA di Kota Pontianak, beberapa waktu lalu (Sumber foto: Kominfo)

PONTIANAKGLOBE -- Digitalisasi ekonomi di ASEAN menjadi prioritas anggota negaranya karena ada potensi transaksi senilai US$330 miliar PDB pada 2030 nanti jika mampu digarap dengan serius.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan salah satu lini penggerak pertumbuhan ekonomi yakni kewirausahaan digital menjadi pendorong pertumbuhan subregional agar bisa menikmati potensi digitalisasi ekonomi tersebut.

"Ekonomi digital fokus pada kewirausahaan digital menjadi kunci penting dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi karena tercipta peluang kewirausahaan dan menciptakan lapangan kerja," kata Airlangga Hartato dari siaran pers dikutip Pontianak Globe, Selasa (29 November 2022).

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-The Philippines – East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) di Kota Pontianak, baru-baru ini.

Dalam forum tersebut juga dilaksanakan penandatanganan 3 Nota Kesepahaman (MoU) yaitu antara Kadin Kalimantan Barat dengan Kadin Sarawak dan antara Kadin Kalimantan Timur dengan Federasi Bisnis Sarawak yang berfokus pada sektor perdagangan dan industri, keuangan, investasi, pariwisata, kesehatan, dan bidang lainnya yang disepakati.

Sedangkan, kesepakatan lainnya yakni antara PT Sterilyn Halal Internasional (Indonesia) dengan Riza Fudhlana Farmin (Brunei Darussalam) terkait kerja sama bidang kesehatan, agribisnis, dan perikanan.

Oleh karena itu, menurutnya, dengan kerjasama sub kawsan BIMP-EAGA dapat mempersempit kesenjangan pembangunan dengan memajukan daerah, kolaborasi dan meningkatkan kinerja bisnis tingkat regional ASEAN.

“Saya berharap forum ini dapat menghasilkan kesepakatan yang bermanfaat bagi peningkatan perekonomian di kawasan BIMP-EAGA. Saya mendorong pengusaha untuk memperluas atau bahkan memulai di wilayah EAGA sebagai tujuan investasi,” ujar Menko Airlangga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yanuarius Viodeogo Seno

Sumber: Kominfo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X