Kabar Gembira, Paulus Totok Menyebutkan Ekonomi Indonesia Pasca Covid Masih Terkendali. Berikut Penjelasannya

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 29 November 2022 | 07:09 WIB
Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida . (suaramerdeka.com)
Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida . (suaramerdeka.com)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa (AKUB-GAK) Pontianak baru saja menggelar Seminar Ekonomi Nasional dengan tema: Perekonomian Indonesia Pasca Covid-19 dalam Perspektif Sektor Industri Jasa Keuangan dan Sektor Rill.

Dalam rilis yang dikirim ke media disebutkan, seminar tersebut sekaligus dirangkai dengan pengukuhan Direktur AKUB periode 2022-2026 yang berlangsung di Jl Merdeka No 55, Pontianak-Kalimantan Barat, pada Rabu 9 November 2022.

Satu di antara pemateri yang dihadirkan adalah Drs Paulus Totok Lusida Apt.

Selaku pemateri pada Seminar Ekonomi Nasional tersebut, Ketua Umum DPP REI, Paulus Totok Lusida, menyampaikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia pasca pandemi covid-19 saat ini masih terkendali.

Bahkan ia menyebutkan, posisi ekonomi Indonesia berada di urut ke-5 Dunia dalam stabilitasnya.

"Memang ada efek dalam kondisi covid-19, tetapi tidak sebesar negara-negara lain. Sehingga Indonesia harus optimis agar tidak terjadi krisis. Tetapi kan kondisi ini harus benar-benar dijaga, jangan over convident," ujarnya.

Kemudian, ia juga menyampaikan, beberapa upaya dalam pengendalian ekonomi Indonesia agar tetap stabil.

Ia menilai, upaya yang dilakukan pemerintah bersama stackholder terkait sejauh ini sudah maksimal dalam menjaga perekonomian negara.

"Sejauh ini sudah cukup baik, yaitu dengan pemakaian produk dalam negeri, ekspor barang jadi. Maka hal itu harus tetap konsisten dijaga. Upaya ini tentu memberikan efek positif sehingga kondisi ekonomi berada dalam koridor yang aman," ungkapnya.

Jika dilihat dari presentase, ekonomi Indonesia bulan lalu berada di angka yang cukup baik.

"Pertumbuhan ekonomi bulan lalu 5,7 persen.

Tetapi jika tidak dikendalikan dengan baik, maka bisa saja krisis ekonomi," terangnya.

Ada beberapa potensi yang bisa menunjang terhadap perekonomian Indonesia maupun daerah, terkhusus untuk di wilayah Kalimantan Barat lanjutnya, ialah perkebunan kelapa sawit dan batu bara serta produk barang jadi dan lainnya.

"Potensi di Kalbar sebagian besar adalah perkebunan sehingga stabilitas bisa dijaga. Maka kita mengimbau supaya harga minyak goreng dari kelapa sawit dan batu bara, solar harus dijaga agar tetap stabil," pesannya.

Dirinya pun optimis, bahwa ekonomi nasional maupun daerah di Indonesia bisa terus bertumbuh seiring dengan pengendalian yang baik. "Risiko di Indonesia juga terendah 5 besar, bahkan hingga 2030 kita berada di posisi 2 nomor 2 untuk stabilitasnya," tukasnya. ****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X