PONTIANAKGLOBE -- Pertamina sedang mengupayakan pengembangan inovasi teknologi untuk memanfaatkan lebih kurang 24 GW panas bumi yang belum termanfaat dengan maksimal sebahai energi listrik.
Senior Vice President Research Technology and Innovation Pertamina, Oki Muraza mengatakan saat baru 10% potensi panas bumi dikelola sebagai panas bumi berujung pada produksi listrik hijau.
"Pertamina sedang mengembangkan teknologi yang lebih baik di bidang eksplorasi, dapat menyediakan studi komprehensif tentang geosains serta mengembangkan metode baru yang memungkinkan untuk diterapkan di industri panas bumi," kata Oki disela diskusi di Paviliun Indonesia COP-27 di Sharm el-Sheikh, Mesirdari siaran pers dikutip Pontianak Globe, Kamis (10 November 2022).
Perusahaan, papar dia, sedang meriset dan pengembangan inovasi teknologi untuk pemanfaatan panas bumi meliputi bidang eksplorasi, pengembangan, operasi-produksi dan digitalisasi.
"Pertamina juga akan meningkatkan kapasitas panas bumi dari semula 672 MW pada 2020 menjadi 1.128 MW pada 2026," ucap Oki.
Maka dari itu, lanjut dia, Pertamina membuka peluang kerja sama dengan para pemain di bidang panas bumi di Indonesia dan Energy Efficiency untuk mengimplementasikan solusi teknologi yang dikembangkan pihaknya.
Dengan demikian, dapat mengembangkan lebih banyak pembangkit listrik tenaga panas bumi dan produk lain dari panas bumi serta mengoptimalkan pemanfaatan potensi panas bumi di Tanah Air.
"Kami berharap dapat mempercepat dalam pengembangan area baru, tidak hanya untuk listrik tetapi kami mulai memikirkan lokasi yang memungkinkan dapat dikembangkan untuk green hydrogen," tuturnya.