Figma Akan Diakuisisi Adobe dengan Dana Sebesar USD20 Miliar atau Setara Rp 298,5 Triliun

photo author
Tim Pontianak Globe 02, Pontianak Globe
- Jumat, 16 September 2022 | 17:02 WIB
Logo Adobe. (DOK. DPREVIEW)
Logo Adobe. (DOK. DPREVIEW)

PONTIANAKGLOBE.COM - Figma dikabarkan akan diakuisisi oleh Adobe, perusahaan perangkat lunak terbesar dunia.

Dana sebesar USD20 Miliar atau setara Rp 298,5 Triliun (Rp14.925 per USD) telah disiapkan Adobe untuk mewujudkan rencana besar ini.

Figma adalah aplikasi desain berbasis cloud dan alat prototyping untuk proyek digital.

Figma membantu para penggunanya agar bisa berkolaborasi dalam proyek dan bekerja dalam bentuk tim sekaligus di mana saja.

Meskipun alat ini sangat mirip dengan opsi prototyping lainnya seperti Sketch, Adobe XD dan lainnya.

Pembeda utamanya adalah kemampuan untuk bekerja dalam bentuk tim proyek.

“Kehebatan Adobe telah berakar pada kemampuan kami untuk menciptakan kategori baru dan menghadirkan teknologi mutakhir melalui inovasi organik dan akuisisi anorganik,” Shantanu Narayen, kepala eksekutif Adobe, mengatakan dalam sebuah pernyataan seperti dilansir IDX Channel.

Jika itu terjadi, maka akan menjadi yang terbesar di tengah merosotnya aktivitas dunia teknologi.

Sejak berdiri pada 2012 lalu, Figma, telah menerima pendanaan lebih dari USD332 juta, berdasarkan catatan Crunchbase, serta sebesar USD10 miliar pada 2021.

Platform yang membuat Adobe kepincut ini memberikan kesempatan kepada banyak orang untuk berkolaborasi dalam proyek desain dalam file yang sama sekaligus.

“Ini terjadi di pasar yang sedang lesu bagi perusahaan teknologi secara keseluruhan,” kata Danny Rimer, mitra di perusahaan modal ventura Index Ventures, pendukung terbesar Figma.

Memang, pembelian yang dilakukan Adobe ini bisa jadi angin segar bagi dunia teknologi, terutama di Amerika Serikat (AS) yang tengah lesu. Hal tersebut tidak lepas dari kekhawatiran banyak pihak atas kemungkinan terjadinya resesi.

Tahun ini, nilai kerja sama yang sudah berlangsung di sektor ini baru senilai sekitar USD1,2 triliun.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan USD2 triliun pada 2021, menurut perusahaan data Dealogic.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: IDX Channel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X