bisnis-market

Anggota DPRD Pontianak Zulfydar Ingin Pelabuhan Kijing Berkontribusi Bagi Ekonomi Kalbar

Minggu, 5 Februari 2023 | 19:53 WIB
Anggota DPRD Kota Pontianak Zulfydar. (Sumber: FOJEKHA)

PONTIANAKGLOBE -- Anggota DPRD Kota Pontianak Zulfydar minta keberadaan Pelabuhan Internasiona Kijing dimanfaatkan secara maksimal agar berkontribusi besar bagi pendapatan asli daerah (PAD) provinsi, kabupaten dan kota sekitarnya.

"Terutama ekspor CPO yang masih banyak tercatat di pelabuhan lain, tentu itu merugikan pemerintah daerah karena pajak daerah tidak dinikmati Kalbar malah provinsi lain," kata Zulfydar dalam diskusi Forum Jurnalis Ekonomi Khatulistiwa (Fojekha), pada Jumat (3 Februari 2023).

Sebagai informasi pembangunan Pelabuhan Kijing bertaraf internasional itu sejak 2016 dan selesai pada Mei 2022 sudah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Agustus 2022. Pembangunan pelabuhan menghabiskan biaya hingga Rp2,9 triliun.

Presiden Jokowi mengatakan, pelabuhan yang memiliki kapasitas hingga 500.000 TEUs dan mampu menampung 8 juta non peti kemas tersebut mestinya dapat menjadi pendorong ekspor crude palm oil (CPO), alumina, bauksit dan lain sehingga ekonomi daerah tumbuh.

Berdasarkan data dari Kementerian BUMN, terminal tersebut memiliki luas kawasan pelabuhan hingga 200 hektare yang meliputi area terminal dan back up area pelabuhan.

Kehadiran Pelabuhan Kijing sesungguhnya menopang pelabuhan Dwikora sebelumnya yang hanya mampu menampung maksimal utilitasasi 257.000 TEUs atau 86% dari kapasitas pelabuhan. Kendala pelabuhan Dwikora karena memiliki laju sedimentasi di hulu Sungai Kapuas dan penyempitan alur berdampak pada tingginya biaya operasional pengerukan.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura Pontianak, Eddy Suratman mengatakan kehadiran Pelabuhan Kijing masih belum didukung oleh infrastruktur jalan karena tidak ada jalan khusus sebagai perlintasan arus masuk keluar barang dari Pelabuhan Kijing.

Namun demikian, di Mempawah sekitar Pelabuhan Kijing akan dibangun pabrik alumina bauksit seluas 400 Hektare. Eddy berharap kehadiran pabrik komoditas itu dapat dimanfaatkan optimal oleh pelaku usaha sehingga bisa ekspor langsung melalui pelabuhan tersebut.

Selain itu, Eddy berharap keberadaan Pelabuhan Kijing juga dapat memaksimalkan potensi CPO yang saat ini keluar dari Kalbar mencapai Rp150 hingga Rp200 tirliun per tahun.

Sebagai informasi, produksi CPO pada 2021 dari Kalbar mencapai 5 juta ton, cadangan bauksit Kalbar sebanyak 840 juta ton.

Tags

Terkini