bisnis-market

BRI Microfinance Outlook 2023: Inklusi Keuangan Nasabah Dominan Tabungan. Berkat Kehadiran AgenBRILink

Kamis, 26 Januari 2023 | 19:46 WIB
BRI Microfinance Outlook 2023 (Sumber: BRI)

PONTIANAKGLOBE -- PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berperan signifikan dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia yang mengacu dari survei bank tersebut terhadap inklusi, literasi, dan juga kedalaman inklusi keuangan menyebut secara umum 84% inklusi keuangan menurut penggunaan produk atau layanan termasuk untuk BPJS selama 2022.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan variasi produk didominasi oleh kepemilikan tabungan dan frekuensi penggunaan berasal dari penggunaan tabungan serta asuransi dan Dapen (dana pensiun) termasuk BPJS.

"Dalam hal inklusi keuangan tersebut, BRI pun dipersepsikan sebagai locally embedded bank yang dominan di mayoritas masyarakat. Hal ini tak terlepas dari jaringan BRI yang mengakar hingga pelosok negeri. Salah satu buktinya adalah adanya AgenBRILink yang ikut memperkuat inklusi maupun literasi keuangan," kata Sunarso dari siaran pers dikutip Pontianak Globe, Kamis (26 Januari 2023).

Hal itu disampaikan Sunarso dalam acara BRI Microfinance Outlook 2023 dengan tema Financial Inclusion and ESG: The Road to Equitable Economic Prosperity tadi Kamis pagi, di Jakarta.

BRI Microfinance Outlook 2023 yang diselenggarakan BRI bersama dengan BRI Research Institute merupakan salah satu wadah dan bentuk komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM di tengah ketidakpastian ekonomi.

Acara ini dihadiri oleh para narasumber terkemuka yang ahli dibidangnya, diantaranya Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, Menteri BUMN RI Erick Thohir, Direktur Utama BRI Sunarso, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Seto, dan Staf Ahli Bidang Industri Kementerian BUMN Rabin Indrajad Hattari.

Lalu ada juga Direktur Bisnis Mikro BRI Supari, President & CEO Accion Michael Schlein, Country Director SNV Indonesia Rizki Pandu Permana serta. Professor of Public Policy and Economics, Executive Director of the Financial Access Initiative Jonathan Murdoch.

Menurutnya, BRI menerapkan strategi peningkatan, pendalaman inklusi keuangan serta penguatan penerapan prinsip Environmental (lingkungan), Social (sosial) dan Governance (tata kelola yang baik) atau ESG sebagai aspek penting mewujudkan kesejahteraan ekonomi Indonesia yang merata.

BRI sebagai bank UMKM, lanjut Sunarso, dengan mayoritas nasabah berada di daerah rural memiliki tangggung jawab besar untuk mewujudkan tujuan mulia tersebut.

Dengan jaringan BRI yang mengakar hingga pelosok negeri, BRI pun dipersepsikan sebagai locally embedded bank yang dominan di mayoritas masyarakat.

Sunarsi menyebutkan salah satu buktinya adalah kehadiran AgenBRILink yang ikut memperkuat inklusi maupun literasi keuangan. Adapun saat ini, BRI diperkuat oleh lebih dari 627.000 Agen BRILink.

"Di mana hingga Desember 2022 volume transaksi mendekati Rp1.400 triliun yang dilakukan masyarakat di tataran akar rumput. Bahwa masyarakat di bawah sana butuh kehadiran locally embedded bank yang dikemas dalam bentuk format hybrid bank, human touching tapi bisnis prosesnya didigitalkan, ini yang paling penting sebenarnya,” kata Sunarso.

Dalam mendorong penguatan penerapan prinsip ESG BRI, sudah dimulai sejak 2013 yang diawali dengan menerbitkan Sustainability Report untuk pertama kalinya.

Sejak saat itu, BRI terus melakukan improvement pada 2022 perseroan merilis Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I (Green Bond) dengan total nilai mencapai Rp15 triliun dan dilakukan bertahap selama 3 tahun.

Perseroan pun meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kantor Pusat BRI, Jakarta Pusat pada akhir tahun lalu sebagai upaya mendukung pemerintah dalam mencapai target net zero emission pada 2060 atau lebih cepat.

Halaman:

Tags

Terkini