PONTIANAKGLOBE -- Transaksi produk fesyen atau fashion berkontribusi terhadap nilai transaksi e-commerce Kalimantan Barat sepanjang kuartal III/2022 total mencapai Rp1,25 triliun atau tumbuh 9,90% dibandingkan dengan periode sama 2021.
Masyarakat Kalbar menggunakan transaksi e-commerce produk mencapai 29,67% dan menyusul produk personal care dan kosmetik sebesar 16,79%. Transaksi e-commerce tertinggi ketiga adalah produk rumah tangga dan kantor mencapai 13,84%.
Bank Indonesia mencatatkan jumlah pembeli e-commerce pada kuartal III/2022 mencapai 1,93 juta pembeli atau naik 31,44% dibandingkan dengan kuartal yang sama 2021 yang berjumlah 1,47 juta pembeli.
Sementara dari sisi penjual tumbuh juga sebesar 8,70% dari 23.757 penjual menjadi 25.835 penjual pada kuartal III/2022. Sementara volume transaksi tumbuh sebesar 6,39% atau mencapai 11,66 juta transaksi. Sementara pada kuartal III/2021 sebesar 10,92 juta.
"Peningkatan ditopang demand akibat pertumbuhan preferensi masyarakat berbelanja daring, dan kemudahan sistem pembayaran digital. Dari sisi supply, program onboarding UMKM diselenggarakan Bank Indonesia dapat meningkatkan penjualan e-commerce," kata kepala Bank Indonesia Agus Chusaini dari laporan perekonomian Provinsi Kalimantan Barat dikutip Pontianak Globe, Rabu (25 Januari 2023).
Apabila dilihat dari metode yang digunakan, pembayaran transaksi e-commerce didominasi oleh uang elektronik dengan pangsa mencapai 28,36% diikuti dengan transaksi menggunakan transfer bank sebesar 23,98% dan metode tunai/cash on delivery (COD) sebesar 22,46%.
Selain e-commerce, Bank Indonesia juga mencatat transaksi transportasi online di Kalbar juga menunjukkan peningkatan senilai Rp64,05 miliar atau sebesar 17,5%.
Dari sisi volume transaksi transportasi pada segemen kendaraan roda dua atau motor meningkat 10,66% (y-o-y) sepanjang kuartal III/2022 yang mencapai 1,27 juta transaksi.