PONTIANAKGLOBE -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta pengelolaan teknologi digitalisasi di Blok Mahakam seperti yang telah dilakukan di Blok Rokan (Riau) yang mampu meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas).
Pertamina, kata Presiden Jokowi, harus menerapakn manajemen yang sama di Blok Mahakam supaya mampu meningkatkan lifting minyak nasional yang saat ini memproduksi 70% minyak seluruh Indonesia.
"Kalau ini nanti berhasil [Blok Rokan], saya minta juga Blok Mahakam juga dikelola dengan manajemen yang sama teknologi harus digunakan, digitalisasi harus juga digunakan untuk memonitor," kata Presiden dari siaran pers dikutip Pontianak Globe, Jumat (6 Januari 2022).
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan Pertamina menerapkan digitalisasi setiap aktivitas tidak hanya monitor data tetapi proses-proses prediktif dan preskriptif.
Dia menjelaskan penggunaan sejumlah teknologi baru yang belum pernah digunakan sebelumnya guna mendorong tingkat produksi migas. Penggunaan teknologi berpotensi menghasilkan cadangan sehingga produksi minyak besar.
"Jadi ketika kemudian ada sumur yang bermasalah harus melakukan pemeliharaan ini, kami mengetahui betul apa yang harus dilakukan," kata Nicke.
Saat ini, di Kota Dumai ada 16 tangki timbun dengan kapasitas penyimpanan sebanyak 5,1 juta barel. Adapun total tangki timbun yang dimiliki PHR di WK Rokan sebanyak 26 unit dengan total kapasitas penyimpanan sebesar 5,8 juta barel.
Pertamina selama 2022 berhasil melakukan pengeboran di 413 sumur dan proyeksi pada 2023 yaitu sebanyak 600 sumur. Adapun jaringan pipa transportasi minyak mentah produksi Blok Rokan sepanjang 337 km.
Selain itu, untuk unit operasi Hydrocarbon Transportation (HCT) Crude Oil Terminal Operation Center di Dumai memiliki 4 unit shipping pump, 8 unit electric booster pump, ruang kendali (control room) dan laboratorium serta rumah pompa.