bisnis-market

Apa itu Resesi dan Penyebabnya ? Ancaman Resesi 2023 Disorot PBB, UNCTAD Prediksi Lebih Parah dari 2007-2009

Rabu, 5 Oktober 2022 | 18:07 WIB
Ilustrasi ekonomi makro. (Pixabay/Geralt)

1. Dampak bagi Pemerintah

Dampak resesi yang paling terasa yaitu adanya peningkatan pengangguran di sebuah wilayah.

Dalam hal ini rakyat akan meminta pemerintah memberikan solusi sesegera mungkin untuk menyelesaikan hal ini.

Umumnya pemerintah akan mengusahakan agar lapangan kerja kembali terbuka, sehingga tenaga kerja yang ada tidak melampiaskan energinya pada hal-hal yang tidak mengarah pada tindakan negatif.

Tidak hanya pengangguran, pemerintah akan menderita karena pinjaman negara yang kian melonjak tinggi karena setiap negara membutuhkan dana dalam menyelesaikan persoalan ini untuk memenuhi kebutuhan yang ada. 

Para kreditur akan lebih selektif dan meningkatkan suku bunga yang perlu negara bayarkan ketika mengambil pinjaman.

Sebab, daya beli masyarakat rendah membuat pendapatan negara yang asalnya dari pajak menjadi menurun.

Ketika terjadi resesi, para pekerja akan mendapatkan upah yang minim dan ini akan muncul dampak pada pengeluaran yang menghasilkan berupa pajak bagi pemerintah.

Misalnya saja dampak resesi seperti membuat harga properti rendah, sehingga pemerintah juga memperoleh pajak dari jual beli aset tersebut di angka yang rendah.

Akibat dari banyaknya pengangguran, tentu saja membuat pemerintah harus mengeluarkan sejumlah pengeluaran yang tujuannya untuk tetap menjaga kesejahteraan rakyat.

Bantuan sosial biasanya akan pemerintah keluarkan.

Ketika pendapatan menurun, justru malah pengeluaran tidak ikut turun bahkan malah meningkat.

Hal ini tentu saja akan membuat keadaan ekonomi dalam negeri melemah.

2. Dampak bagi Perusahaan dan Pekerja

Daya serap masyarakat terhadap produk-produk perusahaan tersebut juga menurun, maka ada penurunan juga dari pendapatan yang mereka peroleh.

Halaman:

Tags

Terkini