PONTIANAKGLOBE -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan kinerja penyaluran kredit bank umum sektor bukan lapangan usaha lebih tinggi dibandingkan sektor ekonomi lain di Kalimantan Barat dengan total dana dikucurkan mencapai Rp60,09 triliun.
Kepala OJK Kalbar Maulana Yasin mengatakan, penerima kredit bukan lapangan usaha menerima kredit senilai Rp25,24 triliun disusul sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebanyak Rp13,966 triliun.
"[Selanjutnya] sektor perdagangan besar dan eceran sebanyak Rp12,60 triliun, sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi sebanyak Rp1,89 triliun, industri pengolahan senilai Rp1,64 triliun," kata Maulana Yasin disela Media Gathering di Kota Pontianak, pada Jumat (23 Juni 2023).
Sektor berikutnya adalah penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum sebanyak Rp1,12 triliun, sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan lainnya mencapai Rp911,44 miliar, real estate, usaha persewaan, dan jasa perusahaan sebanyak Rp699,86 miliar, konstruksi sebanyak Rp580,21 miliar.
Adapun sektor selanjutnya perikanan sebanyak Rp429,45 miliar, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebanyak Rp351,08 miliar, sektor pertambangan dan penggalian sebanyak Rp316,37 miliar, sektor listrik, gas dan air sebanyak Rp126,66 miliar, sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebanyak Rp110,48 miliar.
Sektor jasa pendidikan mencapai Rp53,08 miliar, sektor jasa perorangan yang melayani rumah tangga mencapai Rp26,33 miliar, dan perantara keuangan sebanyak Rp16,80 miliar.