bisnis-market

Gagal Lindungi Data Pelanggan, Shopee Kena Denda Kementerian Urusan Digital Taiwan

Jumat, 2 Juni 2023 | 17:17 WIB
Ilustrasi: Shopee didenda karena masalah data pelanggan (Pexels/Anna Shvets)

PONTIANAKGLOBE.COM -- Kesadaran akan pentingnya keamanan dan kerahasiaan data pelanggan akhir-akhir ini semakin meningkat.

Sejumlah perusahaan digital, termasuk e-commerce berlomba-lomba meningkatkan keamanan data pelanggan.

Bahkan di antara e-commerce tersebut rela menggelontorkan biaya mahal agar kepercayaan terhadap perusahan semakin tinggi.

Namun di Taiwan baru-baru ini e-commerce Shopee dan Eslite didenda oleh Kementerian Urusan Digital Taiwan (MODA).

Shopee didenda jika dirupiahkan senilai Rp98 juta.

Sedangkan Eslite mendapatkan denda separuhnya.

Pihak otoritas Taiwan memberikan denda karena kedua e-commerce tersebut gagal melindungi data pribadi pelanggannya. Itu adalah keluhan pelanggan terhadap Shopee dan Eslite.

Sejak Kementerian Urusan Digital Taiwan (MODA) dibentuk, ini adalah pertama kali denda tersebut dijatuhkan.

Kementerian Urusan Digital Taiwan menegaksan denda baru dikeluarkan setelah kedua perusahaan mengabaikan permintaan berulang kali untuk meningkatkan perlindungan data konsumen.

Tak hanya Shopee dan Eslite, pihak Kementerian Urusan Digital Taiwan, juga sedang menyelidiki Carousell, smartphone dan konsumen berbasis web ke konsumen dan bisnis ke pasar konsumen untuk membeli dan menjual barang baru dan bekas.

Perusahaan tersebut akan mengalami Nasib sama seperti Shopee dan Eslite, yaitu didenda jika praktik perlindungan datanya tidak membaik.

Sementara itu Biro Investigasi Pusat Taiwan merilis daftar platform ritel online tempat pelanggan kemungkinan besar menjadi korban penipuan pada bulan Januari.

Dalam data tersebut terdapat e-commerce seperti Shopee, Eslite, dan Carousell.

Kementerian menyebutkan jika Shopee telah mengalihkan audit perlindungan informasi pribadinya ke perusahaan induknya, Shopee Singapura, yang terakhir melakukan audit empat tahun lalu.

Sedanhkan Eslite diketahui telah gagal menerapkan langkah-langkah yang memadai untuk melindungi data konsumen.

Halaman:

Tags

Terkini