PONTIANAKGLOBE -- Bank Indonesia dan Pemprov Jawa Timur (Jatim) memiliki tiga strategi untuk mengendalikan inflasi dan ketahanan pangan nasional.
Adapun ketiga program tersebut yakni Digitalisasi dan Inovasi Budidaya Pertanian (Digdaya), Amankan Distribusi Pangan Strategis (Amukti), dan Pembiayaan Inklusif Pelaku Usaha Pangan (Palapa).
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan program unggulan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang telah diterapkan di Jatim adalah program digital farming pada 15 klaster padi, aneka cabai dan aneka bawang seluas 500 hektar.
"Selain itu, program 100 Green House budidaya aneka cabai dan bawang, penggunaan pupuk organik dan agen hayati, bantuan alsintan dan saprotan program mekanisasi pertanian pada 100 kelompok tani, kemandirian pangan dan replikasi Infratani pada pesantren anggota Hebitren Jatim," kata Khofifaf Indar Parawansa dikutip Pontianak Globel, Jumat (17 Maret 2023).
Dia menjelaskan juga program dari GNPIP adalah mendorong kelancaran distribusi melalui program sembako murah bersama QRIS serta digitalisasi rantai pasok pangan dan fasilitasi distribusi dalam rangka operasi pasar komoditas pangan strategis.
Menurutnya, sudah terjalin kerjasama perdagangan intra Jatim dan 8 kerjasama antar provinsi untuk komoditas beras, jagung, telur ayam, daging ayam ras guna memperlancar distribusi sembako.
Dari aspek pembiayaan, Jatim sudah menggulirkan program Pembiayaan Lembaga Dana Bergulir (LPDB) Subsidi Bunga Pinjaman melalui Program Kredit Sejahtera (Prokesra) dan Program Kredit Pertanian Jatim.