PONTIANAKGLOBE -- Indonesia dan Inggris mengambil langkah lebih maju dalam perdagangan kopi setelah teken kerjasama Persetujuan Kopi Internasional (International Coffee Agreement) di Sekretariat Organisasi Kopi Internasional (ICO).
Dengan acara tandatangan bersama ICA itu berarti Indonesia menjadi negara anggota ke10 yang telah menandatangani ICA 2022. Sembilan negara lain tergabung ICA 2022 yaitu Brasil, Kosta Rika, Nikaragua, Peru, Togo, Venezuela, Panama, dan Kolombia sebagai negara ekspor, dan negara Jepang sebagai negara importir kopi.
International Coffee Organization (ICO) merupakan organisasi kopi internasional yang didirikan pada 1963 dengan tujuan memperkuat sektor kopi global dan pembangunan berkelanjutan pada pasar berbasis lingkungan.
Saat ini, negara anggota ICO terdiri atas 49 negara, yaitu 42 negara eksportir dan 7 negara importir. Jumlah negara tersebut mewakili 93% produksi kopi dunia dan 63 persen konsumsi kopi dunia.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan perjanjian itu sebagai tonggak sejarah bagi Indonesia karena berdampak positif terhadap produksi kopi Tanah Air.
"ICA instrumen efektif untuk mendorong terbentuknya sektor kopi yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya tahan. Perjanjian ini dapat menguntungkan semua pemangku kepentingan rantai nilai sektor kopi, khususnya petani," kata Zulkifli Hasan dikutip Pontianak Globe, Kamis (9 Maret 2023).
Di sisi lain, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono dengan masuk Indonesia gabung ICA menjadi pencapaian Tanah Air dalam industri kopi dunia dan kehidupan para petani lokal.
"Dampak positif bagi Indonesia dalam menciptakan sektor kopi nasional berkelanjutan dan mendorong stabilitas harga untuk menciptakan iklim usaha terbentuknya tatanan iklim perdagangan kondusif, bermanfaat bagi pengembangan ekspor kopi nasional dan membantu UKM kopi Indonesia mengakses pasar internasional," kata Djamitko Bris Witjaksono.