PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya otoritas keuangan dan para pemangku kebijakan di sektor keuangan untuk menjaga amanah dalam mengelola uang rakyat dengan bijak dan penuh tanggung jawab.
Hal ini disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI) yang berlangsung di Graha Bhasvara Icchana, Jakarta Pusat, Jumat, 29 November 2024 malam.
Baca Juga: Masih Tajam di Usia 39, Cristiano Ronaldo Dapat Tantangan Gulat dari Eks Petarung UFC Darren Till
"Kita harus jaga uang rakyat. Kita harus bijak, kita harus bertanggung jawab, karena ini adalah darah dan keringat rakyat Indonesia, darah dan keringat ratusan juta rakyat Indonesia yang bekerja sangat keras," ujar Prabowo dalam pidatonya.
Menurut Prabowo, pengelolaan keuangan negara adalah amanah besar yang menyangkut kepercayaan rakyat.
"Saudara-saudara memegang kekayaan rakyat Indonesia. Saudara-saudara diberi kepercayaan, trust, credibility itu ada di pundak saudara-saudara. Tugas dan tanggung jawab saudara tidak ringan," tegasnya.
Keuangan sebagai Pilar Kedaulatan Bangsa
Prabowo juga menyoroti bahwa sektor keuangan memiliki peran vital dalam menjaga kedaulatan dan kemerdekaan bangsa.
Ia meminta seluruh pemangku kebijakan, mulai dari Gubernur Bank Indonesia, Menteri Keuangan, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga pelaku di sektor keuangan, untuk menjalankan tugas mereka dengan penuh kesadaran akan tanggung jawab besar yang mereka emban.
"Keuangan adalah bagian yang sangat vital dari kedaulatan dan kemerdekaan suatu bangsa. Saudara-saudara berada di garis paling depan menjaga itu," lanjut Prabowo.
Sebagai analogi, ia membandingkan peran para pemimpin sektor keuangan dengan jenderal bintang empat yang berada di barisan terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa.
"Kalau pakai ilmu tentara, mungkin saudara-saudara adalah jenderal-jenderal bintang empat. Kedaulatan dan kemerdekaan bangsa Indonesia berada di tangan saudara," tutup Prabowo.
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia ini menjadi momentum bagi para pemimpin di sektor keuangan untuk kembali menegaskan komitmen mereka dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan publik.***