PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Alfamart, salah satu jaringan minimarket terbesar di Indonesia dengan ribuan gerai, menarik minat banyak orang untuk membuka toko sendiri.
Namun, berapa modal yang diperlukan untuk memulai?
Alfamart menawarkan tiga jenis kerja sama franchise:
Baca Juga: Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1445 H Jatuh pada 12 Maret 2024
1. Franchise Gerai Baru: Dengan modal mulai dari Rp 300 juta hingga Rp 500 juta, termasuk biaya franchise fee selama 5 tahun, instalasi listrik, peralatan gerai, dan promosi pembukaan gerai.
2. Franchise Gerai Baru Konversi: Untuk pemilik toko minimarket lokal atau kelontong, mereka dapat mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan barang dagangan yang ada dan rak milik mereka. Tahapan meliputi presentasi awal, perjanjian kerja sama, dan pembukaan toko konversi.
3. Franchise Gerai Take Over: Dengan modal bervariasi mulai dari Rp 800 juta, termasuk biaya franchise fee, sewa lokasi, peralatan gerai, dan goodwill. Tahapan termasuk kesepakatan pembelian dan pemindahan perizinan.
Baca Juga: Empat Kecamatan Terendam Banjir di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat
Selain modal, ada juga biaya royalti yang dikenakan berdasarkan penjualan bersih gerai, dengan persentase yang meningkat seiring dengan peningkatan penjualan.
Syarat untuk membuka gerai Alfamart antara lain adalah memiliki minat di industri minimarket, menjadi warga negara Indonesia dengan badan usaha, memiliki lokasi tempat usaha dengan luas minimal 100 m2, dan memenuhi persyaratan perizinan yang berlaku.
Dengan demikian, membuka gerai Alfamart bukan hanya memerlukan modal yang cukup besar, tetapi juga kesiapan untuk mengikuti prosedur dan sistem yang telah ditetapkan oleh Alfamart. ***