BRI Salurkan KUR Rp175,66 Triliun kepada 3,7 Juta Debitur, Upaya Dorong UMKM Indonesia Semakin Bertumbuh

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 9 Desember 2024 | 19:21 WIB
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melaporkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp175,66 triliun kepada 3,7 juta debitur UMKM hingga akhir November 2024. (Dok. Pontianak Globe)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melaporkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp175,66 triliun kepada 3,7 juta debitur UMKM hingga akhir November 2024. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melaporkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp175,66 triliun kepada 3,7 juta debitur UMKM hingga akhir November 2024.

Angka ini menegaskan komitmen BRI dalam mengimplementasikan Asta Cita untuk memberdayakan UMKM di seluruh Indonesia, guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: BRI Gencarkan BRIGuna Digital, Sebagai Langkah BRI Menjawab Tantangan Pinjaman Online

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari upaya strategis BRI dalam memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM, terutama di sektor produktif seperti pertanian, perdagangan, dan perikanan.

“Melalui KUR, kami tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga memberdayakan UMKM agar tumbuh lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Penyaluran KUR oleh BRI tersebar merata di berbagai wilayah Indonesia dengan fokus pada pemberdayaan sektor produksi.

“Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar, dengan nilai Rp69,60 triliun atau 39,62% dari total penyaluran KUR,” tambah Supari.

Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari upaya strategis BRI dalam memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM
Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari upaya strategis BRI dalam memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM (Dok. Pontianak Globe)
Selain itu, Supari mengusulkan skema penyaluran KUR yang lebih terarah untuk tahun depan, dengan membagi fokus menjadi dua: mendorong inklusivitas dan mempersiapkan graduasi atau pengembangan pelaku UMKM menuju skala usaha yang lebih besar.

Baca Juga: BRI Dominasi Digital Banking Awards 2024 Berkat Inovasi Data dan Kolaborasi

“KUR harus mulai berbeda skemanya. Ada yang bertujuan inklusi, dan ada yang fokus pada graduasi atau pregraduasi,” jelasnya dalam diskusi bertajuk Menuju Satu Dekade KUR untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional Melalui Pembiayaan Usaha Produktif di Jakarta (13/11).

Baca Juga: BRI Kembali Diganjar Penghargaan di BI Awards 2024, Primary Dealer Terbaik dan Inovasi Operasi Moneter

Dampak Positif KUR bagi UMKM
Menurut kajian BRI bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), program KUR terbukti meningkatkan rata-rata pendapatan debitur sebesar 32%-50% dan keuntungan usaha sekitar 34%-38%.

Meski debitur menghadapi peningkatan pengeluaran untuk angsuran dan biaya teknis lainnya, pelatihan keterampilan teknis mampu meningkatkan efisiensi biaya operasional.

Menurut kajian BRI bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), program KUR terbukti meningkatkan rata-rata pendapatan debitur sebesar 32%-50% dan keuntungan usaha sekitar 34%-38%.
Menurut kajian BRI bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), program KUR terbukti meningkatkan rata-rata pendapatan debitur sebesar 32%-50% dan keuntungan usaha sekitar 34%-38%. (Dok. Pontianak Globe)
Selain itu, usaha yang menerima KUR memiliki rata-rata jumlah tenaga kerja 28% lebih banyak dibandingkan usaha yang tidak menerima KUR.

Data ini menunjukkan peran signifikan KUR dalam menciptakan lapangan kerja baru sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: BRI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X