Kisah Saiban dan BRI, Kolaborasi Hebat Berdayakan UMKM Ponorogo

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 4 Desember 2024 | 19:29 WIB
Salah satu kisah sukses dari pendampingan Saiban adalah Boyadi, pemilik Galeri Reog Ponorogo. (Dok. Pontianak Globe)
Salah satu kisah sukses dari pendampingan Saiban adalah Boyadi, pemilik Galeri Reog Ponorogo. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Saiban, seorang pria berusia 55 tahun, telah menjadi motor penggerak kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bululor, Kecamatan Jambon, Ponorogo.

Sejak menjabat sebagai Direktur BUMDes Amanah pada 2017, ia tidak hanya memberikan dukungan teknis bagi UMKM tetapi juga menciptakan ekosistem usaha yang tangguh dan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan.

Baca Juga: Jelang HUT ke-129, BRI Berkolaborasi dengan Kuy Media Group Sukses Gelar BRI Mini Soccer Media Clash, Artis dan Selebritis Ikut Meramaikan

Pada 2022, Saiban mengambil langkah strategis dengan memanfaatkan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk meningkatkan kualitas pendampingannya.

Ia mendirikan Kampus Rumah UMKM Sri Widari, sebuah inisiatif pelatihan yang telah memberdayakan lebih dari 60 UMKM.

Menurutnya, dengan ilmu dan pendampingan yang tepat, pelaku UMKM dapat mengatasi tantangan utama seperti permodalan, pemasaran, dan pengelolaan sumber daya manusia.

Baca Juga: BRI Raih Penghargaan The Most Trusted Company 2024, Ternyata Ini Kunci Suksesnya

Salah satu kisah sukses dari pendampingan Saiban adalah Boyadi, pemilik Galeri Reog Ponorogo.

Berkat arahan yang diberikan, bisnis Boyadi yang semula kecil kini berkembang pesat.

Produksi topeng Reog miliknya mencapai 1.000 unit per bulan, dengan omzet melonjak dari Rp1 juta menjadi Rp30 juta per bulan.

Jangkauan pasarnya pun meluas hingga Sumatra dan Kalimantan.

Selain Boyadi, Saiban juga membimbing pelaku usaha lain, seperti Enwa Bouquet & Dekorasi, yang kini mampu merambah pasar pernikahan tingkat kabupaten berkat legalitas usaha dan pelatihan yang diterimanya.

Kuswandari, produsen keripik tempe, berhasil meningkatkan produksinya setelah mendapatkan izin usaha dan sertifikasi halal melalui pendampingan Saiban.

Kisah serupa datang dari Dewi Jali Collection, yang memproduksi anyaman tas plastik.

Sebelumnya, Dewi mengalami kesulitan dalam pemasaran, tetapi bimbingan Saiban membantunya memahami pentingnya media sosial dan kerja sama dengan toko-toko lokal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: BRI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X