UMKM Ikan Asap Bulukumba Tembus Pasar Internasional Berkat Dukungan BRI, Begini Kisah Ebi Sulastri

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 20 Oktober 2024 | 09:51 WIB
Ebi Sulastri, pelaku UMKM dari komunitas pengusaha ikan asap di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan menunjukkan produknya yang berhasil menembus pasar internasional dengan produk olahan ikan yang memiliki cita rasa autentik dari pesisir. (Dok. Pontianak Globe)
Ebi Sulastri, pelaku UMKM dari komunitas pengusaha ikan asap di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan menunjukkan produknya yang berhasil menembus pasar internasional dengan produk olahan ikan yang memiliki cita rasa autentik dari pesisir. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, BULUKUMBA -- Ebi Sulastri, pelaku UMKM dari komunitas pengusaha ikan asap di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, berhasil menembus pasar internasional dengan produk olahan ikan yang memiliki cita rasa autentik dari pesisir.

Proses pengasapan tradisional yang diwariskan turun-temurun menjadikan ikan asap ini bukan hanya sekadar makanan, melainkan juga sebuah warisan budaya yang sarat makna.

Baca Juga: BRI Dorong Pemerataan Ekonomi di 62 Ribu Desa dengan AgenBRILink yang Mencapai 1 Juta

Usaha ikan asap yang didirikan Ebi sejak 1999 kini semakin dikenal luas, bahkan hingga ke mancanegara.

Mengingat perjalanan panjang usahanya, Ebi mengakui bahwa tantangan terbesar di awal adalah memperkenalkan produk mereka ke pasar.

Bersama komunitasnya, mereka sempat mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut melalui keluarga dan kerabat.

Baca Juga: Jambu Citra Kudus Laris di Jakarta, Siswadi Petani di Desa Menawan Berhasil Kembangkan Usaha dengan KUR BRI

Namun, dengan perkembangan teknologi, Ebi mulai memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasaran yang efektif, sehingga produknya semakin dikenal dan diminati banyak orang.

Salah satu keunggulan dari produk ikan asap Ebi dan komunitasnya adalah kualitasnya yang selalu terjaga.

Bahan baku ikan yang digunakan selalu segar dan langsung diambil dari nelayan lokal, bukan dari pelelangan.

Baca Juga: Tumbuhkan Semangat Wirausaha Generasi Muda, BRI Kembali Gelar Program Pengusaha Muda BRILiaN 2024

Proses pengasapan yang memakan waktu sekitar tiga jam juga menjadi salah satu faktor utama yang menjaga kelezatan dan mutu produknya.

“Momen paling menantang adalah ketika banyak pesanan datang, terutama saat proses pengiriman. Produk kami ini sangat rentan rusak karena ikan termasuk bahan yang mudah rusak. Tantangannya adalah bagaimana kami bekerjasama dengan pihak pengiriman serta dinas perikanan,” kata Ebi.

Sejak menjadi nasabah BRI pada 2009, Ebi bersama komunitas ikan asap Bulukumba mendapatkan banyak manfaat dari program pemberdayaan BRI, terutama dalam hal modal usaha.

Menurut Ebi, BRI selalu memberikan kemudahan dalam pengajuan modal usaha dan pelatihan untuk komunitas UMKM di Bulukumba, yang sangat membantu dalam mengembangkan bisnis mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: BRI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X