Wah! Pakistan Pertimbangkan Penggunaan Mata Uang Digital untuk Pemberdayaan Perempuan dan Pembangunan Ekonomi

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 30 April 2024 | 23:09 WIB
Cryptocurrency adalah mata uang digital yang menggunakan teknologi kriptografi untuk transaksi yang aman dan terdesentralisasi.*  (pixabay.com)
Cryptocurrency adalah mata uang digital yang menggunakan teknologi kriptografi untuk transaksi yang aman dan terdesentralisasi.*  (pixabay.com)

PONTIANAKGLOBE.COM -- Pakistan sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan mata uang digital bank sentral (CBDC) dengan tujuan memberdayakan perempuan dan mengatasi masalah pelecehan finansial.

Menurut Menteri Keuangan Pakistan, Muhammad Aurangzeb, langkah ini bertujuan untuk menanggulangi masalah pengambilan uang tunai oleh anggota keluarga laki-laki, yang telah menjadi perhatian utama dalam sistem keuangan tradisional di negara ini.

Pemerintah Pakistan Mempertimbangkan CBDC untuk Pemberdayaan Perempuan

Menteri Keuangan Pakistan, Muhammad Aurangzeb, mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan peluncuran mata uang digital di negara ini.

Pada pertemuan khusus World Economic Forum (WEF) di Riyadh, Menteri Aurangzeb menyampaikan pemikiran Pakistan mengenai adopsi mata uang digital.

Dia mengungkapkan, "Kami menghasilkan pendapatan tahunan sebesar Rs9,4 triliun, namun separuh ekonomi kami masih tidak terdokumentasi."

Lebih lanjut, Aurangzeb menyatakan bahwa Pakistan telah menjalin kerja sama dengan McKinsey untuk memfasilitasi digitalisasi ekonomi secara menyeluruh.

Langkah-Langkah Menuju Peluncuran Mata Uang Digital

Bank Sentral Pakistan (SBP) sedang merencanakan peluncuran mata uang digital pertama negara ini, dikenal sebagai Central Bank Digital Currency (CBDC).

Gubernur SBP, Jameel Ahmad, mengungkapkan rencana ini dalam pertemuan dengan Komite Tetap Senat tentang Keuangan dan Pendapatan. Dia menyebut bahwa SBP sedang mempelajari pengalaman bank sentral lain yang telah meluncurkan CBDC, termasuk Tiongkok dan Swedia.

SBP juga berkolaborasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia untuk mengembangkan kerangka kerja CBDC.

Dorongan untuk Digitalisasi Ekonomi

Menteri Keuangan Aurangzeb menekankan perlunya menerapkan kerangka kerja ekonomi pajak hijau dan menggandeng lembaga internasional seperti Bank Dunia (WB) untuk menjelajahi struktur pembiayaan yang inovatif.

Selain itu, pemerintah Pakistan sedang mendorong digitalisasi ekonomi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi. Mereka telah menjalin kemitraan dengan McKinsey untuk membantu dalam pengembangan strategi digitalisasi dan implementasi solusi digital.

Pakistan mempertimbangkan penggunaan mata uang digital untuk memberdayakan perempuan dan memodernisasi sistem keuangan. Langkah-langkah ini diharapkan akan memberikan aksesibilitas dan keamanan yang lebih besar, terutama bagi perempuan yang sering kali terpinggirkan dalam sistem keuangan tradisional.

Langkah ini menunjukkan komitmen Pakistan untuk memperkuat inklusi keuangan dan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat, sambil terus bergerak menuju inovasi dan digitalisasi ekonomi. ***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Rekomendasi

Terkini

X