Waspada Berbagai Jenis Modus Penipuan Social Enginering, BRI Beberkan Cara Antisipasinya

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 15 September 2023 | 15:33 WIB
Gedung bank BRI (BRI)
Gedung bank BRI (BRI)

PONTIANAKGLOBE.COM, BANJARMASIN -- Maraknya kasus kejahatan yang memanfaatkan media digital menimbulkan keresahan di masyarakat

Pesatnya perkembangan teknologi digital ini memerlukan kewaspadaan masyarakat terkait informasi menyesatkan yang datang dari berbagaisumber.

Baca Juga: Begini Cara Syarat dan Ketentuan Ajukan Pinjaman Online Kredit di BRI Ceria 2023

Seperti diketahui, salah satu kejahatan penipuan perbankanyang paling marak adalah social engineering atau soceng.

Soceng sendiri merupakan tindak kejahatan yang memanipulasi psikologis korban. Sehingga korban membocorkan data pribadi dan data transaksi perbankannya yang bersifat rahasia.

Media yang digunakan pelaku untuk mendekati korban pun beragam, mulai dari telepon, chat, SMS, e-mail, media sosial, dsb.

Baca Juga: Cara Daftar Brimo Jika Sudah Punya Rekening BRI Lewat HP Online Tanpa Datang ke Kantor Bank BRI

Terkait beragam modus penipuan kejahatan perbankan tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mengedukasi nasabahnya agar meningkatkan kewaspadaannya dan terhindar dari segala jenis bentuk modus penipuan/kejahatan perbankan.

Sebagaibentuk upaya memerangi soceng dan mengedukasi nasabah, BRI membagikan berbagai modus kejahatan perbankan khususnya social enginering beserta langkah antisipatif menghadapinya.

Baca Juga: Lies Herawati Bisa Bangun Usaha Kerajinan Bosara di Makassar Setelah Rajin Ikut Pelatihan dan KUR BRI

Adapun modus-modus penipuan/kejahatan social enginering (soceng)tersebut adalah sebagai berikut:

1. Undangan Pernikahan Palsu Berbentuk File APK
Modus penipuan ini terjadi melalui permintaan untuk mengkliksebuah file undangan pernikahan berformat APK melalui aplikasichat WhatsApp (WA).
Melalui aplikasi bodong (tidak resmi)tersebut, membuat korban dengan sadar memberikan persetujuanuntuk mengizinkan aplikasi tersebut mengakses SMS dan apilikasilain di handphone.
Kejahatan pun dapat terjadi karena data transaksiperbankan (kode OTP) yang bersifat pribadi dan rahasia dikirimkanmelalui sms.
Alhasil, transaksi perbankan dapat berjalan dengansukses.
 
 
2. Iklan Palsu di Media Sosial
Modus ini berupa akun palsu di media sosial yang mengatasnamakan BRI. Akun tersebut membagikan iklan denganciri-ciri seperti, nama akun tidak lazim dan tidak centang biru; tampilan visual tidak kredibel mulai dari kualitas gambar yang buruk, penulisan tidak profesional, serta link bio mencurigakan; dan jika meng-klik link tercantum akan diarahkan untuk mendaftar dan mengisi data-data perbankan yang bersifat rahasia seperti nomorkartu, PIN, OTP, dsb.
 
3. Link Modus Perubahan Tarif
Layaknya modus penipuan dengan file berformat APK, penipuanjenis ini juga menggunakan platform WhatsApp (WA).
Bedanya, fileyang dikirimkan berupa pengumuman/pemberitahuan agar nasabahmelakukan perubahan tarif. Biasanya, dalam pengumuman tersebutberisi ancaman yang membuat nasabah resah/takut.
 
4. File foto Berbentuk APK Bodong
File bodong serupa layaknya modus undangan pernikahan, namunkali ini berbentuk image atau gambar yang berupa file APK.
Biasanya pelaku mengaku sebagai kurir pengantar paket danseakan-akan memberi informasi paket dapat terlihat setelah meng-klik file yang berformat APK namun terlihat seperti file foto tersebut.

Terkait dengan hal tersebut Regional CEO BRI Banjarmasin Novian Supriatno mengungkapkan bahwa BRI akan selalu memberikanedukasi berbagai langkah antisipatif untuk memerangi soceng.

Soceng merupakan tindakan kejahatan dan penipuan yang dapatmenimbulkan keresahan serta kerugian," kata Novian Supriatno.

Novian Supriatno menambahkan, "BRI sebagai bank yangsangat concern terhadap keamanan bertransaksi nasabahnyasenantiasa menghimbau dan mengedukasi para nasabahnya untukmenghindari menjadi korban modus kejahatan tersebut. Melaluicampaign ini, diharapkan awareness dan kewaspadaan masyarakatsemakin meningkat, terutama dalam mengenali modus dan praktik Soceng. 

Dengan selalu menjaga kerahasiaan data perbankan, serta dengantetap berhati-hati dalam menerima pesan yang ada, berbagai modus penipuan soceng akan mudah untuk dihindari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: bri.co.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X