PONTIANAKGLOBE.COM - Kasus gangguan ginjal akut misterius yang menyerang anak-anak tengah menghantui Indonesia.
Dilaporkan hingga Jumat 14 Oktober 2022, sebanyak 152 kasus telah ditemukan.
Penyakit ginjal dapat mempengaruhi anak-anak dengan berbagai cara.
Mulai dari gangguan yang dapat diobati tanpa konsekuensi jangka panjang, hingga kondisi yang mengancam jiwa.
Berikut kebiasaan pada anak yang harus dihindari karena dapat merusak ginjal:
1. Terlalu banyak makan gula.
Kadar gula darah di atas 180 mg/dl menyebabkan ginjal mengeluarkan gula dalam urine.
Artinya, pada kondisi diabetes, kelebihan gula dapat menyebabkan kerusakan ginjal.
2. Kurang tidur.
Rendahnya kualitas tidur juga bisa memicu masalah pada ginjal. Tidur adalah waktu yang penting bagi ginjal untuk meregenerasi jaringan yang rusak.
Baca Juga: Jalan Sehat Partai Golkar Singkawang Sukses Digelar, Ribuan Warga Tumpah Ruah Ikut Jalan Sehat
Siklus tidur-bangun yang buruk tidak hanya merusak ginjal, tetapi juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan aterosklerosis, yang pada gilirannya dapat menyebabkan penurunan aliran darah ginjal.
Anjurkan anak untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup di malam hari yaitu 9-12 jam setiap malam.
3. Jarang terpapar matahari.
Kekurangan vitamin D telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit ginjal.
Cukup jemur anak selama 10-15 menit sehari sebelum jam 10 pagi untuk memenuhi kebutuhan vitamin D anak harian.
4. Terlalu sering minum soda
Banyak meneguk minuman bersoda yang mengandung asam fosfat yang dapat menyebabkan keropos tulang dari waktu ke waktu.
Diet tinggi fosfor juga berpotensi menyebabkan kerusakan pada ginjal.
5. Terlalu banyak konsumsi protein
Konsumsi protein yang tinggi dapat menyebabkan asidosis yang berbahaya untuk ginjal.
Artikel Terkait
Tips Naik Kereta Api agar Perjalanan Lebih Nyaman
Tips Membuat Gigi Lebih Putih dan Cara Mencegahnya Agar Gigi Tak Menjadi Kuning
Tips Atasi Sakit Pada Gigi yang Berlubang, Satu di Antaranya Dengan Mengunyah Daun Jambu Biji