Apa Itu Deepfake dan Cara Mendeteksinya? Tak Pandang Bulu, Bahkan Pidato Jokowi Pun Diubah Pakai Bahasa Mandarin

photo author
Tim Pontianak Globe 03, Pontianak Globe
- Senin, 13 November 2023 | 13:53 WIB
Ilustrasi penggunaan AI untuk mendeteksi Deepfake
Ilustrasi penggunaan AI untuk mendeteksi Deepfake

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Perkembangan teknologi telah memunculkan fenomena deepfake, yang mampu mengecoh siapa pun tanpa pandang bulu.

Dengan memanfaatkan deepfake, pelaku dapat menipu target dengan mudah karena biasanya target tidak menyadari bahwa mereka sedang ditipu.

Baca Juga: Pendiri Apple Steve Wozniak Dikabarkan Sakit, Dirawat di RS Meksiko

Mengutip TechTarget, Deepfake adalah salah satu jenis kecerdasan buatan (AI) yang digunakan untuk membuat foto, audio, dan video palsu yang sangat meyakinkan.

Deepfake dibuat dengan menggunakan dua algoritma AI yang saling bertentangan: satu disebut generator, yang lain disebut diskriminator.

Baca Juga: Jadi Penyanyi Pembuka Konser Coldplay, Rahmania Astrini Fokus pada Latihan, Masih Rahasiakan Lagu yang Akan Ditampilkan

Generator, yang bertanggung jawab atas pembuatan konten multimedia, meminta pendapat diskriminator untuk menentukan apakah suatu konten asli atau palsu.

Bersama-sama, keduanya membentuk Generative Adversarial Network (GAN).

Baca Juga: KPK Operasi Tangkap Tangan Penjabat Bupati Sementara Sorong Yan Piet Mosso

Setiap kali diskriminator dapat mengidentifikasi konten secara akurat sebagai palsu, hal itu memberikan informasi berharga yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas deepfake di masa mendatang.

Keahlian deepfake membuat orang biasa kesulitan untuk membedakan mana konten asli dan mana yang palsu.

Meskipun begitu, para peneliti Facebook telah mengembangkan kecerdasan buatan yang dapat mendeteksi deepfake dan melacak asal usul konten tersebut dengan menggunakan metode rekayasa balik atau reverse engineering.

Baca Juga: Begini Cara Menghindari Deepfake seperti Kasus 'Jokowi' Berbicara Bahasa Mandarin

"Metode kami akan memfasilitasi pendeteksian dan penelusuran deepfake dalam pengaturan dunia nyata, di mana gambar deepfake itu sendiri seringkali merupakan satu-satunya informasi yang dapat dianalisis," tulis ilmuwan riset untuk Facebook, Xi Yin, dan Tal Hassner pada Rabu, 15 Juni 2023, seperti yang dikutip oleh NPR.

Perangkat lunak baru Facebook menjalankan gambar deepfake melalui jaringan mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: TechTarget

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X