Pemain Brasil itu menerima operan bola beberapa meter dari tepi area penalty.
Dari sana Vinicius Junior kemudian melepaskan tembakan yang tidak bisa diantisipasi oleh Ederson pada menit ke-36.
Dengan skor 1-0, Carlo Ancelotti membuat perubahan taktis untuk tim.
Ancelotti menempatkan Camavinga di tengah di awal babak pertama.
Penyesuaian tersebut mengejutkan Manchester City dan pada menit ke-50 gol kedua bisa tercipta setelah kombinasi hebat antara pemain Prancis, Vinicius Junior, Carvajal, dan Karim Benzema.
Sayangnya tendangan kaki kiri peraih Ballon d'Or tidak tepat sasaran.
Pada menit ke-67 menjadi malapetaka bagi Real Madrid, saat Manchester City menyamakan kedudukan dengan tembakan jarak dekat Kevin De Bruyne dari tepi area penalti.
Ada lebih dari 20 menit tersisa dan Madrid mengejar gol untuk menjadikannya 2-1 dan menuju ke leg kedua dengan keunggulan.
Madrid hampir saja memimpin di menit ke-78 saat Toni Kroos melakukan tendangan bebas dan Ederson mengulurkan tangan yang kuat untuk menghentikan sundulan Benzema di tiang belakang.
Penjaga gawang asal Brasil itu melakukannya lagi di menit ke-90, menyeberang untuk membelokkan tendangan keras Tchouameni ke belakang menjadi sepak pojok dengan sarung tangannya yang terulur.
Tim asuhan Ancelotti pantas mendapatkan lebih, tetapi pertandingan tetap terbuka lebar jelang leg kedua. ***
Artikel Terkait
Manchester City Kembali Mendapatkan Talenta Muda Argentina, Tidak Kalah dari Julian Alvarez
Harry Kane Bersedia Habiskan Kontrak di Tottenham Hotspur, Manchester United dan Chelasea Bisa Gigit Jari
Tendangan Roket Kevin De Bruyne ke Gawang Madrid di Bernabeu Selamatkan Manchester City dari Kekalahan
Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti: Kami Pantas Menang. Pasca Tahan Imbang Manchester City, Itu Bola Keluar