Laporan dari Telegraph dan BBC menyebutkan bahwa Carini mengalami patah hidung akibat pukulan Imane.
Petinju berusia 25 tahun itu mengaku belum pernah menerima pukulan sekeras itu dalam kariernya.
Imane sendiri menolak berkomentar kepada media usai pertandingan.
Kiprah Imane memang menjadi perhatian.
Tahun lalu, ia didiskualifikasi beberapa jam sebelum pertandingan final di Kejuaraan Dunia Wanita di New Delhi, India, karena tidak memenuhi kriteria kelayakan Asosiasi Tinju Internasional (IBA).
Lin Yu-ting dari Chinese Taipei juga menghadapi masalah serupa dan kehilangan medali perunggunya.
IBA tidak merinci alasan kegagalan mereka dalam tes kelayakan gender, namun menyatakan bahwa keduanya tidak menjalani pemeriksaan testosteron.
Baca Juga: Anugerah Adinegoro 2024: Upaya PWI Jaga Kualitas Jurnalisme di Era Digital
Meskipun begitu, baik Imane maupun Lin tidak pernah mengaku sebagai transgender.
Imane dan Lin bisa bertanding di Olimpiade 2024 karena IBA tidak lagi diakui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Kompetisi tinju di Olimpiade Paris diselenggarakan oleh Paris Boxing Unit (PBU), sebuah unit ad-hoc yang dibentuk oleh Dewan Eksekutif IOC.
IOC menyatakan bahwa semua atlet yang berpartisipasi dalam turnamen tinju Olimpiade Paris 2024 mematuhi peraturan kelayakan dan peraturan medis yang berlaku sesuai dengan aturan Unit Tinju Paris 2024.
Baca Juga: Kampus Promo Serba Merdeka! Gabung di San Agustin
Carini akhirnya menerima kekalahannya dari Imane. Meskipun kalah, ia merasa terhormat.
Artikel Terkait
Olimpiade Paris 2024: Spektakuler Sungai Seine, Merayakan Keragaman Dunia
Baru Dirilis, Seragam Upacara Olimpiade 2024 Tim Indonesia Karya Didit Hediprasetyo jadi Ulasan Media Internasional
Seragam Defile Tim Indonesia di Olimpiade Paris 2024 Tonjolkan Budaya Jawa, Terinspirasi dari Raden Saleh
Prabowo Subianto Hadiri Pembukaan Olimpiade Paris 2024, Pebalap Sepeda Kalbar Bernard Bernjamin van Aert Ikut Parade
Terbang di Atas Ombak, Momen Epik Gabriel Medina yang Abadi dalam Foto Arena Olimpiade Paris 2024 Jepretan Jerome Brouillet
Viral! Momen Haru Pebulutangkis Belgia Lianne Tan dan Pelatihnya Berbahasa Indonesia di Olimpiade Paris