Arema yang harus menelan kekalahan di kandang sendiri, membuat para suporter merasa kecewa.
Sehingga mereka memutuskan untuk turun ke lapangan dengan maksud meluapkan rasa kekecewaannya.
Konon, awalnya hanya ada beberapa suporter saja yang turun ke lapangan untuk berbincang dengan salah satu pemain Arema.
Tak lama kemudian turunnya segelintir suporter itu rupanya membuat suporter lain mengikutinya.
Bahkan, saat kerusuhan terjadi diperkirakan ada sekitar tiga ribu orang yang turun ke lapangan.
Karena suasana mulai tidak kondusif dan ricuh, aparat kepolisian akhirnya menyemprotkan gas air mata ke berbagai arah termasuk ke arah tribun.
Sehingga para suporter-pun panik dan berusaha keluar dari tribun secara berdesakan, karena jalan yang sempit dan jumlah pintu yang minim.
Saat itulah yang diduga menjadi penyebab banyaknya suporter yang tewas karena kehabisan oksigen, pingsan, terinjak-injak, dan lain sebagainya.
Menyikapi hal tersebut, Juragan 99 selaku Presiden Arema menyampaikan beberapa hal pada press conference yang digelar pada Minggu, 2 Oktober 2022.
Dilansir JatimNetwork.com dari Instagram Juragan 99, Presiden Arema itu mengunggah momen saat dirinya melakukan press conference.
Tampak Juragan 99 mengenakan kemeja putih, dan di belakangnya terdapat banner nuansa biru bertuliskan "Press Conference Pasca Tragedi Kerusuhan Sepak Bola Arema Vs Persebaya."
Ia juga menuliskan caption sebagai keterangan foto yang berisi tentang ungkapan kesedihan, berikut juga dengan menyampaikan kebijakan atas apa yang telah terjadi.
Pihak Juragan 99 mengaku sangat menyesali kejadian yang terjadi di Kanjuruhan, dan berharap agar kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali.
"Kami menyesali kejadian yang terjadi di Kanjuruhan. Semoga ini menjadi pembelajaran berharga agar tidak terulang kembali," kata Juragan 99, dikutip JatimNetwork.com pada Senin, 3 Oktober 2022 dari caption unggahan Instagramnya.
Tak hanya itu, Juragan 99 juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia dan berkomitmen akan bertanggung jawab atas semuanya.
Artikel Terkait
127 Orang Meninggal saat Rusuh di Stadion Kanjuruhan Malang. Media Inggris Ikut Memberitakan dan Ucapkan Duka
Manajemen Arema FC Sampaikan Duka Cita atas Kerusuhan di Kanjuruhan, Siap Beri Santunan dan Buat Crisis Centre
Kerusuhan di Kanjuruhan Terparah Dalam Jumlah Korban Jiwa. Bahkan Dibandingkan Tragedi Heysel dan Hillsborough
PSSI Sanksi Arema FC Tak Boleh Jadi Tuan Rumah Liga 1, Buntut Rusuh di Stadion Kanjuruhan Tewaskan 153 Orang
Timeline: Kerusuhan Besar di Stadion Sepak Bola Selama 40 Tahun Terakhir Menelan Banyak Korban Termasuk Malang
Korban Tewas di Stadion Kanjuruhan Malang karena Terinjak-injak ketika Arema FC Bertemu Persebaya di Liga 1
Korban Tewas di Stadion Kanjuruan Akibat Terinjak-injak. LBH Sayangkan Penggunaan Gas Air Mata
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Membuat Dunia Menangis. Barcelona hingga hingga Manchester United Ucapkan Duka