PONTIANAKGLOBE.COM - Ustadz Adi Hidayat menjelaskan banyak keutamaan yang di dapat jika rutin mengerjakan Shalat Dhuha.
Shalat sunnah dhuha adalah satu di antara sholat sunnah yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW.
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan shalat dhuha terdiri dari tiga jenis waktu, yang pertama adalah shalat awal dhuha yang disebut shalat isyraq.
"Usai shalat subuh tidak beranjak dulu, duduk dan berdzikir kepada Allah, bisa pula berdoa, bertafakkur atau ta'lim, bisa bertasbih dzikir pagi petang dengan kalimat-kalimat toyyibah.
Lalu muncul syuruq, perjalanannya disebut isyraq melewati satu tombak bayangan, shalat dua rakaat itu pahala shalatnya senilai haji dan umrah," jelas Ustadz Adi Hidayat
Kemudian pertengahan Dhuha sekitar pukul 8-10 pagi, jumlah rakaatnya 2-4 rakaat.
Shalat ini memiliki keutamaan yakni mengganti seluruh zikir yang ada pada tubuh.
Baca Juga: Bentrok Ribuan Massa di Iran Saat Peringati 40 Hari Kematian Mahsa Amini
"Manfaat lainnya bisa menghambat satu musibah umum, misal kena macet Allah akan menolong tiba-tiba ada orang memberitahu jalan lain yang bisa dilewati," tuturnya.
Sedangkan yang terakhir adalah shalat akhir dhuha yang dikerjakan 2,4, atau 8 rakaat, batas waktu pengerjaan sekitar pukul 10 ke 11 menjelang waktu zhuhur.
Manfaatnya mempermudah datangnya rezeki i atas izin Allah SWT ketika ikhtiar.
Ustadz Adi Hidayat menerangkan shalat dhuha adalah tempat meminta kebaikan-kebaikan kepada Allah SWT.
Keutamaan shalat dhuha adalah pengganti seluruh tasbih dari tubuh kita.
Ustadz Adi Hidayat menerangkan, setelah bangun tidur hendaknya seluruh sendi-sendi tubuh bertasbih kepada Allah SWT.
"Maka itu bisa diganti dengan Shalat Dhuha dua rakaat.
Artikel Terkait
Desy Ratnasari: Pria Dekat Saya Harus Soleh, Sholat Benar, Tak Minum Alkohol. Ternyata Bukan David Chalik!
Anjuran dan Larangan Waktu Mengerjakan Sholat Dhuha Sesuai Syariat Islam