PONTIANAKGLOBE.COM, VATIKAN -- Pasca meninggalnya Paus Emeritus Benediktus XVI banyak orang bertanya apa itu Paus.
Paus Bendiktus XVI adalah Paus yang mendungurkan diri.
Sebelumnya pada 600 tahun silam juga juga ada Paus yang mengundurkan diri dari jabatannya.
Paus dalam bahasa Latin disebut juga Papa, dari bahasa Yunani pappas, yang diterjemahkan sebagi, adalah sebuah gelar untuk uskup Roma, kepala Gereja Katolik Roma.
Gelar Paus sebelumnya diberikan, terutama dari abad ke-3 hingga ke-5, kepada uskup mana pun dan kadang-kadang kepada imam biasa sebagai gelar gerejawi yang mengungkapkan rasa hormat yang penuh kasih sayang.
Di Gereja-gereja Ortodoks Timur, masih digunakan untuk patriark Aleksandria dan untuk para pastor Ortodoks.
Annuario Pontificio, direktori resmi Tahta Suci, menggambarkan jabatan paus dengan gelar-gelar berikut: Uskup Roma, Wakil Yesus Kristus, Penerus Pangeran Para Rasul, Paus Tertinggi Gereja Universal, Patriark Barat, Primate of Italy, Uskup Agung Metropolitan Provinsi Roma, Penguasa Negara Kota Vatikan, Hamba dari Hamba Allah. Gelar Pope atau Papa biasanya disingkat PP, secara resmi digunakan hanya sebagai gaya yang kurang khidmat.
Secara doktrin, di gereja Katolik Roma, Paus dianggap sebagai penerus St Petrus, yang adalah kepala para Rasul.
Paus, sebagai uskup Roma, dengan demikian dipandang memiliki kekuasaan yurisdiksi penuh dan tertinggi atas gereja universal dalam hal iman dan moral, serta dalam disiplin dan pemerintahan gereja.
Dasar rangkap dua dari doktrin ini keutamaan kepausan adalah tempat St Peter dalam Perjanjian Baru (di mana terdapat berbagai metafora yang mengungkapkan hak prerogatifnya) dan tempat gereja Roma dalam sejarah.
Pemahaman tentang keutamaan kepausan berkembang seiring dengan perkembangan gereja, dua faktor penting adalah peran Roma sebagai kota kekaisaran hingga abad ke-5 dan peran agama dan politik uskup Roma sesudahnya.
Ajaran dari Konsili Vatikan II (1962–1965) tentang peran uskup mengimbangi penekanan pada hak prerogatif kepausan sambil mempertahankan pandangan bahwa otoritas uskup sebagai badan tidak dapat dipisahkan dari otoritas paus sebagai kepalanya.
Meskipun Ortodoks Timur telah lama bersedia memberi uskup Roma keutamaan kehormatan yang diberikan kepada para patriark, dan meskipun banyak orang Protestan menghargai kepemimpinan moral yang ditunjukkan oleh beberapa paus baru-baru ini, doktrin Katolik tentang keutamaan kepausan masih menjadi penghalang utama bagi ekumenis, yaitu penyatuan gereja yang dimulai pada abad ke-20. ***
Untuk mengikuti berita-berita seputar Paus Benediktus XVI, Anda bisa menemukannya dengan mengakses link berikut ini: Paus Benediktus XVI.