“…Pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain” (Matius.2,12).
Saudara-saudariku umat kristiani yang terkasih,
Sejak dua minggu terakhir ini suasana Parayaan Natal sudah sangat terasa dimana-mana.
Selama hampir 2 tahun kegiatan perayaan Natal yang ditandai dengan maraknya pernak-pernik, lampu-lampu hias dan lagu-lagu Natal seakan-akan berhenti, dalam rangka menyongsong Hari Raya Natal 25 Desember 2022 kegiatan-kegiatan tersebut mulai marak kembali.
Hal yang sangat wajar dan memang semuanya itu merupakan ungkapan lahiriah atas lahir Yesus ke dunia untuk membebaskan kita dari belenggu dosa, dan membuka jalan lebar-lebar bagi kita umat manusia yang penuh dosa untuk memperoleh hidup yang kekal bersama Bapa di surga.
Orang-orang bijak dari Timur, yang memiliki segala-galanya belum merasa puas sebelum menemukan kanak-kanak Yesus untuk menyembahnya.
Dengan dituntun oleh bintang mereka menemukan Kanak-kanak Yesus dan mempersembahkan harta terbaik yaitu, emas kemenyan dan mur.
Perjumpaan dengan Yesus membuat mereka meyakini bahwa masa depan mereka menjadi jelas.
Tidak ada keragu-raguan lagi. Yesuslah Sang Penyelamat yang mereka cari.
Keyakinan inilah yang memampukan mereka untuk kembali ‘ke negerinya melalui jalan lain’ (Mt.2,12).
Mereka menemukan cara hidup baru, meninggalkan cara hidup yang lama setelah bertemu dengan Yesus. Sama seperti dalam usaha mencari Sang Penyelamat mereka “berjalan bersama-sama.”
Demikian juga dengan berjalan bersama-sama mereka kembali ke negerinya.
Saudara-saudariku umat kristiani yang terkasih,
Pengalaman ketiga orang bijak dengan berjalan bersama-sama mencari kanak-kanak Yesus dan berhasil dengan tuntunan bintang, walaupun bukan tanpa kesulitan dan rintangan, mengajak kita, umat kristiani untuk melakukan hal yang sama.