PONTIANAKGLOBE.COM - Sholat dhuha adalah sholat sunnah jadi tidak akan mendapat dosa jika ditinggalkan.
Namun orang Muslim tidak akan mendapatkan pahala yang berlipat jika melewatkan sholat dhuha.
Sebenarnya, sholat dhuha termasuk dalam sholat sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan secara sendiri-sendiri (infirad).
Sama seperti sholat tasbih, rawatib, tahajud dan sembahyang malam lainnya.
Namun menurut ajaran Islam, sholat sunah yang dianjurkan secara sendiri-sendiri jika mau dikerjakan secara berjamaahpun tidak dilarang.
Banyak orang yang masih belum yakin dengan jam pelaksanaan sholat dhuha ini.
Selain ketentuan waktu yang dianjurkan untuk sholat dhuha, ada pula waktu yang dilarang atau tidak boleh mengerjakan sholat dhuha. Berikut ini penjelasannya.
Dikutip dari NU Online, Syekh Hasan bin ‘Ammar dalam kitab Maraqil Falah, menjelaskan bahwa dhuha merupakan waktu yang dimulai dari naiknya matahari hingga sebelum matahari tergelincir.
Baca Juga: Bentrok Ribuan Massa di Iran Saat Peringati 40 Hari Kematian Mahsa Amini
Terkait hal tersebut, Syekh Muhammad bin Abdullah Al-Kharasyi Al-Maliki dalam Syarh Mukhtashar Khalil, mengungkapkan ada tiga waktu antara terbitnya matahari hingga tergelincirnya matahari yakni:
1. Dhohwah: saat matahari terbit hingga naik
2. Dhuha: saat matahari naik hingga tepat di atas langit
3. Dhaha: dimulai sejak habis waktu dhuha hingga tergelincir matahari
Waktu yang paling tepat melakukan awal salat dhuha adalah syuruq atau ketika matahari terbit ditambah 15 hingga 20 menit.
Sedangkan akhir salat dhuha sekitar 15 menit sebelum salat duhur.