PONTIANAKGLOBE.COM - Gereja Katolik sedunia menghormati Bunda Maria sebanyak dua kali setahun.
Peringatan atau biasa juga dikenal dengan istilah perayaan dalam Bahasa liturgi Katolik dilakukan pada Bulan Mei dan Bulan Oktober, setiap tahunnya.
Ada perbedaan fokus perayaan pada kedua bulan tersebut.
Jika Bulan Mei dikenal sebagai Bulan Maria, maka Bulan Oktober dikenal sebagai Bulan Rosario.
Harus diakui bahwa tradisi Bulan Maria dan Doa Rosario merupakan warisan dari negara-negara empat musim, yaitu dingin (salju), semi, panas, gugur.
Negara empat musim dimaksud adalah negara-negara di kawasan Eropa yang memang tradisi Katolik-nya sangat kuat dan mengakar sejak ribuan tahun yang lalu.
Perbedaan Mei Bulan Maria Oktober Bulan Rosario yang Dirayakan Oleh Gereja Katolik. Berikut kisahnya.
Pada Bulan Maria atau pun Bulan Rosario, yang diperingati pada Bulan Oktober, umat Katolik di seluruh dunia biasanya berziarah ke Gua Maria di wilayah masing-masing. Baik Gua Maria yang dikelola oleh keuskupan atau paroki, maupun Gua Maria yang dikelola oleh kongregasi/tarekat tertentu.
Pontianak Globe mengutip Ayo Bandung dari berita berjudul: Perbedaan Mei Bulan Maria Oktober Bulan Rosario yang Dirayakan Oleh Gereja Katolik, disebutkan pada bulan Mei umat Katolik merayakan sebuah peristiwa penting. Bulan Mei sering dikaitkan dengan permulaan kehidupan.
Hal itu dikarenakan di negara-negara empat musim mengalami musim semi di bulan ini.
Pada Bulan Mei ini sering juga di hubung-hubungkan dengan Bunda Maria. Hal ini di kaitkan dengan menjadi Hawa yang baru, ibu dari semua yang hidup.
Di balik semua itu ada kisahnya yang menarik yang dialami oleh seorang Paus.
Hal ini berawal dari abad ke-13. Namun, pada praktiknya mulai dipopulerkan sekitar tahun 1700-an.
Kisahnya berawal dari Paus Pius VII yang ditangkap oleh para serdadu atau para prajurit dari kerajaan Napoleon.
Paus Pius VII ditangkap dan menjebloskan dirinya ke dalam penjara.