PONTIANAKGLOBE.COM - Memasuki Bulan Oktober, sejumlah tempat ziarah Goa Maria dipenuhi dengan kunjungan umat Katolik.
Tak hanya umat Katolik di Indonesia yang melakukan ziarah tersebut, bahkan umat Katolik seluruh dunia melakukan hal yang sama.
Umat Katolik biasanya mendatangi Goa Maria untuk berziarah di daerahnya masing-masing.
Mereka, para Umat Katolik tersebut berdoa, mulai berdoa rosario hingga misa yang dipimpin seorang pastor atau romo.
Doa dan ibadat ekaristi atau misa tersebut dilakukan pada hari Minggu.
Tak hanya berdoa di Goa Maria, umat Katolik biasanya juga melakukan devosi kepada Bunda Maria.
Devosi kepada Bunda Maria yang biasa dilakukan oleh umat Katolik misalnya melakukan ibadah Doa Rosario. Doa Rosario yang dilakukan bisa secara pribadi atau kelompok yang lebih luas atau besar.
Doa Rosario dengan peserta lebih dari satu atau lebih besar misalnya Doa Rosario Keluarga. Ada pula Doa Rosario yang digelar di Lingkungan atau Kring.
Doa Rosario yang digelar Kring atau Lingkungan biasanya dilakukan secara bergilir pada malam hari di rumah umat Katolik.
Selain di Lingkungan atau Kring, Doa Rosario bisa juga dilakukan dalam cakupan yang lebih luas. Misalnya di stasi (kampung, ed), atau di gereja paroki pada waktu-waktu tertentu.
Selain Doa Rosario, banyak doa-doa di masyarakat Katolik yang bisa didaraskan saat Bulan Rosario. Misalnya, ada doa Tiga Kali Salam Maria, Doa Salam Maria, Litani Santa Perawan Maria, dan masih banyak yang lain.’
Dalam satu tahun Liturgi, umat Katolik sedunia dua kali merayakan Bulan Maria, yaitu pada Bulan Mei dan Oktober.
Apa perbedaanya? Jika Bulan Mei dikenal juga sebagai Bulan Maria. Sedangkan Bulan Oktober, dikenal juga sebagai Bulan Rosario.
Meski pun berbeda, namun bentuk doa maupun ziarah hampir sama. Jika Anda ingin tahu lebih lengkap antara Bulan Maria yang diperingati pada Bulan Mei, serta Bulan Rosario yang dilakukan pada Bulan Oktober, silakan klik artikel berikut: ****