Kristus adalah makanan bagi jiwa kita. Tinggalkan diet yang menyebabkan kita mati dalam kelaparan (lihat: Consuming the Word: The New Testament and thhe Eucharist in the early Church).
Bersama dengan Alkitab, kita juga diajak untuk mempelajari kembali buku Katekismus Gereja Katolik dengan tuntas. Sangatlah diperlukan untuk menerapkan ajaran-ajaran Konsili Vatikan II. Buku ini merupakan ‘kunci menuju ke Konsili’.
Karena itu, kita harus melanjutkan pendalaman iman kita dengan mempelajari dokumen-dokumen Konsili Vatikan II. Segarkanlah diri kita dengan “Roh Sejati Konsili” yang diambil langsung dari teks-teks dokumen tersebut.
Konsili Vatikan II, mengajak kita, orang Katolik, melakukan pembaruan. Tetapi, tamggapan terhadap ajakan itu masih tertunda.
Pembaruan itu seketika akan dimulai setelah orang Katolik biasa, kita ini, melakukan langkah-langkah yang mendasar tersebut.
Kembali setiap hari membaca Alkitab, mempercayai, dan menanamkan di dalam kehidupan sehari-hari. Dilanjutkan dengan mempelajari Buku Katekismus serta mendalami dokumen-dokumen Konsili Vatikan II.
Ketiga, Scott Hann mengingatkan kita sebagai orang Katolik yang menjalani hidup doa, belajar dan hidup sakramental seharusnya juga menjadi rasul-rasul aktif, dimana pun berada. Karena, pada tahun-tahun terakhir ini Gereja Katolik banyak kehilangan umatnya.
Scott Hann dan istri menitip pertanyaan yang perlu kita jawab dengan tindakan nyata.
“Apakah Tuhan meminta terlalu banyak dari orang Katolik untuk berbuat lebih banyak membantu saudara-saudara kita yang gagal bertemu dengan Tuhan yang mereka kasihi dalam sakramen Maha Kudus?”
Bila bila kita tidak melakukannya, lalu siapa yang mau. Semoga!
Pakem Tegal, 16 Agustus 2022
Sumber: Scott Hann and Kimberlly Hann. 1993. “Rome Sweet Home-our journey to Chatolicism”. San Francisco, Ignatius Perss.
* Penulis adalah pensiunan dosen di FKIP Untan. Menyelesaikan program doktor di Monash University, Australia. Penerima Colombo Plant Scholarship.