“Bagi saya pribadi, kita tidak boleh meremehkan apapun,” kata Uskup Agustinus.
Kurang lebih 70-an peserta INFO JPIC Indonesia yang akan melaksanakan seminar tentang Human Trafficking, oleh karena itu bagi Uskup Agustinus kehadiran gereja adalah bagi banyak orang.
“Yesus hadir bukan hanya untuk orang Yahudi, Jangan sombong, akan apapun posisi kita,” tegas Uskup Agustinus.
Dia juga menambahkan gambaran tentang hadirnya peran Gereja untuk orang banyak bisa diumpamakan seperti Rumah Retret Santo Johanes Paulus Anjungan yang telah Uskup Agustinus bangun, ternyata justru banyak yang bukan dari kalangan katolik saja yang berkunjung di sana.
Dalam hidup sehari-hari, tambah Uskup Agustinus “kita sering membanding-bandingkan hidup kita, seakan-akan kitalah yang paling baik.”
Menutup homilinya Uskup Agustinus menyampaikan bahwa INFO JPIC Indonesia selama ini berperan “memberikan perhatian kepada orang yang susah” oleh karenanya, lanjut Uskup Agustinus “mari kita menjadi orang yang dicari orang, karena kita mengedepankan kepentingan orang lain, dan pasti Tuhan akan membantu.”
Uskup Agustinus juga mengajak semua umat untuk belajar saling mendoakan, agar menjadi orang yang suci. Sebab baginya, semua umat akan bergulat dalam kenyataan, dan dalam kenyataan yang tak mudah itu, manusia pasti saling membutuhkan.
“Karena itu, kita tidak bisa hidup sendiri, kita butuh orang lain,” tutup Uskup Agustinus. (Samuel OFS)
* Penulis adalah staf Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak